Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Harga Perak Hari Ini, Jumat 9 Januari 2025: Anjlok di Tengah Kelangkaan, Ada Apa?

Dwi Puspitarini • Jumat, 9 Januari 2026 | 08:21 WIB
Ilustrasi. Harga Perak Hari Ini, Jumat 9 Januari 2025.
Ilustrasi. Harga Perak Hari Ini, Jumat 9 Januari 2025.

 

KALTIMPOST.ID, Harga perak dunia kembali berada di zona merah. Hingga Jumat pagi, 9 Januari 2025, harga perak spot turun ke kisaran US$ 76,62 per ons, melanjutkan penurunan tajam yang terjadi sehari sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis, 8 Januari, logam mulia ini bahkan sempat anjlok hingga 1,6%, sebuah pergerakan yang cukup mengejutkan pasar.

Analis pasar logam mulia menilai penurunan harga perak kali ini bukan hanya soal aksi ambil untung biasa.

Banyak pedagang jangka pendek memilih menutup posisi beli mereka setelah melihat pola pergerakan harga yang mulai melemah.

Menurut analis senior Jim Wyckoff, tekanan jual muncul setelah grafik harga perak membentuk sinyal negatif. Situasi ini membuat pasar kehilangan momentum naik dalam waktu singkat.

Efeknya tidak hanya dirasakan oleh perak. Pelemahan tajam ini juga ikut menahan minat beli emas, karena sebagian trader menjadikan perak sebagai petunjuk arah pergerakan logam mulia secara keseluruhan.

 Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini, 9 Januari: UBS dan Galeri 24 Tak Lagi di Puncak

Rebalancing Indeks Global Jadi Pemicu Tambahan

Tekanan di pasar perak diperparah oleh proses penyeimbangan ulang tahunan indeks komoditas global.

Dalam proses ini, sejumlah kontrak berjangka perak dilepas untuk menyesuaikan komposisi indeks.

Laporan Bloomberg menyebutkan bahwa potensi pelepasan kontrak perak bisa mencapai US$ 6,8 miliar.

Angka sebesar ini tentu memberi tekanan besar dalam waktu singkat, terutama bagi harga yang sebelumnya sudah naik tinggi sepanjang 2025.

Bagi pasar, ini ibarat “banjir pasokan di atas kertas” yang membuat harga sulit bertahan.

 Baca Juga: Pegadaian Catat Pergeseran Besar Perilaku Keuangan, Gen Z Dinilai Lebih Melek Investasi Emas

Stok Perak Menipis, Tapi Kenapa Harga Turun?

Di sisi lain, analis Goldman Sachs justru menyoroti kondisi yang tampak bertolak belakang.

Persediaan perak fisik, khususnya di London — pusat harga acuan dunia — disebut berada pada level yang sangat rendah.

Sebagian besar perak dilaporkan telah dipindahkan ke Amerika Serikat sejak tahun lalu, seiring kekhawatiran pasar terhadap potensi kebijakan tarif perdagangan.

Namun, menurut Goldman, gejolak harga perak bukan karena kekurangan stok global, melainkan karena distribusi pasokan yang tidak merata.

Kondisi ini membuat harga perak menjadi sangat sensitif terhadap arus beli dan jual dalam jangka pendek.

 Baca Juga: Harga Emas Antam Melonjak Tajam di Awal Pekan, Naik Rp 27.000 Jadi Rp 2.515.000 Per Gram

Pergerakan Harga Kini Jadi Lebih Ekstrem

Goldman Sachs mencatat perubahan penting yang jarang diperhatikan investor awam.

Dalam kondisi normal, tambahan permintaan perak sekitar 1.000 ton per minggu biasanya hanya mengerek harga sekitar 2%.

Namun dalam situasi pasar saat ini, dampaknya bisa melonjak hingga 7%. Artinya, harga perak kini jauh lebih mudah bergerak tajam — baik naik maupun turun — hanya karena perubahan arus dana.

Inilah yang membuat pergerakan harga perak belakangan terasa lebih “liar” dan sulit ditebak. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#harga perak Jumat 9 Januari 2025 #harga perak turun #harga perak hari ini #harga perak terbaru #harga perak dunia