Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Perjalanan Penuh Inspirasi Adam Dustin Bhakti, Berawal dari Rumah Beralas Tanah ke Jaringan Bisnis Kreatif

Ulil Mu'Awanah • Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:33 WIB
PANUTAN GENERASI MUDA: Lahir di Balikpapan pada 6 Februari 1987, Adam Dustin Bhakti berhasil mengukir sejarah dengan memulai perjalanan bisnis dari bawah.
PANUTAN GENERASI MUDA: Lahir di Balikpapan pada 6 Februari 1987, Adam Dustin Bhakti berhasil mengukir sejarah dengan memulai perjalanan bisnis dari bawah.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Tidak semua pengusaha lahir dari keluarga yang mewarisi bisnis besar. Adam Dustin Bhakti membuktikan bahwa mimpi, konsistensi dan mental pantang mengeluh mampu mengubah keterbatasan menjadi pijakan untuk tumbuh.

Lahir di Balikpapan pada 6 Februari 1987, Adam memulai hidup dari kondisi yang sangat sederhana. Rumah kecil beralas tanah menjadi saksi awal perjalanan hidupnya sebelum membangun sejumlah lini usaha yang kini dikenal luas di Balikpapan.

“Saya bukan dari keluarga pengusaha. Dari kecil hidup sederhana, bahkan rumah kami dulu masih beralaskan tanah. Tapi saya selalu punya mimpi dan kemauan belajar yang besar,” tutur Adam.

Kemandirian menjadi nilai yang tertanam sejak kecil. Ia terbiasa menyelesaikan masalah tanpa mengeluh dan membawa prinsip itu hingga kini. Jiwa wirausahanya mulai tumbuh saat masih duduk di bangku SMP.

Kala itu, ia membantu menjual kue buatan sang ibu. Aktivitas sederhana tersebut menjadi pengalaman pertama sekaligus memahami arti kerja keras, kepercayaan, dan proses.

Setelah menamatkan pendidikan S1 di Universitas Brawijaya pada Juli 2013, Adam mengambil keputusan besar yang tidak banyak diambil lulusan baru. Ia tidak pernah bekerja sebagai karyawan. Dunia usaha langsung ia pilih sebagai jalan hidup.

“Sejak lulus kuliah saya tidak pernah jadi karyawan. Saya memilih langsung berwirausaha, meski risikonya besar,” katanya.

Perjalanan itu tentu tidak selalu mulus. Adam mengakui tantangan terbesarnya adalah menjaga konsistensi dan mental pejuang. Masalah keuangan, kegagalan, hingga krisis kepercayaan pernah ia alami. Namun baginya, berhenti bukanlah pilihan.

“Fase sulit pasti ada. Cara melewatinya cuma satu, tetap jalan. Jangan menyalahkan keadaan, tapi perbaiki diri dan fokus cari solusi,” ucapnya.

Dari proses panjang tersebut, Adam kemudian membangun sejumlah usaha yang kini berada di bawah bendera Lexa dan AHA. Mulai dari Lexa Event sebagai event organizer, Lexa Coffee di sektor kuliner, Lexa Creative sebagai creative agency, hingga AHA Food yang bergerak di bidang katering.

Semua usaha itu tumbuh bertahap, seiring dengan pembelajaran dan pengalaman. Dan kini ia bisa tinggal nyaman di kawasan Balikpapan Baru, Cluster Kyoto. Nilai integritas, kerja cerdas, dan good attitude menjadi prinsip utama yang selalu ia pegang. “Buat saya, attitude itu lebih penting dari sekadar skill. Bisnis itu soal kepercayaan jangka panjang,” ungkapnya.

Kini, dengan moto hidup We are dreamers, We make it happen ’cause we believe it, Adam terus melangkah, membuktikan bahwa mimpi yang dijaga dengan kerja keras dapat menjadi kenyataan. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#pengusaha #perjalanan hidup #HIPMI Balikpapan #Adam Dustin Bhakti