KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Di balik kesibukan mengelola berbagai lini usaha, Adam Dustin Bhakti menjalani peran lain yang tak kalah penting, sebagai suami, ayah empat anak, sekaligus Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Balikpapan.
Adam menyeimbangkan peran keluarga, bisnis dan organisasi dengan prinsip yang sama, konsistensi dan integritas. Bagi Adam, keterlibatannya di Hipmi bukan sekadar soal jabatan. Organisasi ini ia anggap sebagai rumah belajar yang membentuk cara pandangnya tentang dunia usaha dan kehidupan.
“Saya masuk Hipmi karena ingin tumbuh bersama, bukan sendirian. Hipmi itu tempat belajar, berbagi dan berproses,” kata suami dari Chyka Regine Angelica itu.
Perjalanan hingga dipercaya menjadi Ketua Hipmi Balikpapan bukanlah proses instan. Ia lalui melalui kontribusi berkelanjutan dan komitmen kolektif. Adam menegaskan, kepemimpinan baginya adalah tentang membawa dampak nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Visinya jelas, menjadikan Hipmi Balikpapan sebagai rumah besar pengusaha muda yang relevan, progresif dan berdampak bagi ekonomi kota. Fokus utama diarahkan pada pertumbuhan bisnis anggota dan kontribusi konkret ke masyarakat.
“Kami ingin kehadiran Hipmi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anggota. Bukan hanya berkartu anggota, tapi bertumbuh bersama,” tutur Adam.
Sejumlah program unggulan pun dirancang, mulai dari penguatan UMKM naik kelas, target menumbuhkan 1.000 pengusaha muda, business matching, pelatihan praktis, inkubasi usaha, hingga kolaborasi lintas sektor dan kegiatan sosial.
Menurut Adam, peran Hipmi harus menjadi jembatan. Mulai dari pelatihan mindset dan skill bisnis, membuka akses jejaring dan kolaborasi, hingga peluang permodalan dan kemitraan. Semua itu penting di tengah tantangan wirausaha muda Balikpapan, seperti biaya hidup yang terus meningkat dan kompetisi usaha yang ketat.
Namun di balik tantangan, Adam melihat peluang besar, terutama dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN). Sektor kreatif, kuliner, jasa, event, olahraga, dan digital dinilai memiliki potensi besar jika dikelola secara serius dan profesional.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah dan dunia usaha. “Kita tidak bisa jalan sendiri. Sinergi adalah kunci pertumbuhan ekonomi dan dunia usaha,” harapnya.
Adam menitipkan pesan untuk generasi muda Balikpapan. “Jangan tunggu sempurna untuk memulai. Mulai saja. Gagal itu biasa, berhenti itu pilihan. Kota ini butuh anak muda yang berani bermimpi dan melangkah untuk membuat perubahan positif,” pesan Adam kepada generasi muda. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo