KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pergerakan impor Kalimantan Timur pada akhir 2025 menunjukkan arah yang kontras antara migas dan nonmigas. Di tengah kenaikan impor secara tahunan, nilai impor Kaltim justru melemah secara bulanan pada November 2025, terutama dipicu turunnya impor migas.
Penurunan impor secara bulanan tersebut dipicu oleh melemahnya impor sektor migas. “Nilai impor Kaltim pada November 2025 tercatat USD 437,54 juta, atau turun 7,43 persen jika dibandingkan dengan nilai impor Oktober 2025,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana.
Menurut Yusniar, turunnya nilai impor tersebut disebabkan oleh kontraksi pada komoditas migas, meskipun impor nonmigas justru menunjukkan peningkatan. “Penurunan nilai impor disebabkan karena turunnya nilai impor migas 11,29 persen meskipun nilai impor nonmigas naik 12,12 persen,” katanya.
Secara rinci, nilai impor migas pada November 2025 tercatat USD 350,21 juta. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan nilai impor migas Oktober 2025 yang mencapai USD 394,79 juta. Sebaliknya, impor nonmigas pada November 2025 yakni USD 87,33 juta, lebih tinggi dibandingkan Oktober 2025 senilai USD 77,89 juta.
Namun demikian, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, nilai impor Kaltim justru mengalami peningkatan cukup signifikan. “Jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun lalu, nilai impor November 2025 mengalami peningkatan 23,92 persen,” ungkap Yusniar.
Dia menjelaskan, kenaikan impor secara tahunan tersebut didorong oleh meningkatnya impor migas. “Peningkatan tersebut disebabkan karena naiknya impor migas 43,59 persen meskipun impor nonmigas turun 20,01 persen,” jelasnya.
Lebih lanjut, Yusniar mengungkapkan bahwa penurunan impor migas pada November 2025 hanya terjadi pada komoditas hasil minyak. “Impor hasil minyak mengalami penurunan 15,23 persen. Sebaliknya, impor minyak mentah dan gas mengalami peningkatan masing-masing 82,98 persen dan 14,41 persen,” tutupnya. (*)
Editor : Sukri Sikki