Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kinerja Ekspor Balikpapan pada November 2025 Merosot, Sektor Ini yang Jadi Biang Kerok

Ulil Mu'Awanah • Senin, 12 Januari 2026 | 20:49 WIB
BERUBAH: Pelemahan pada kinerja industri pengolahan menyebabkan kinerja ekspor Balikpapan merosot pada November 2025.
BERUBAH: Pelemahan pada kinerja industri pengolahan menyebabkan kinerja ekspor Balikpapan merosot pada November 2025.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Penurunan ekspor Balikpapan pada akhir 2025 disebabkan pelemahan pada kinerja industri pengolahan, sektor yang selama ini menjadi tulang punggung ekspor nonmigas daerah. November 2025 menjadi titik di mana tekanan itu terlihat jelas dan terukur.

Nilai ekspor Balikpapan pada November 2025 sebesar 425,93 juta dolar. Angka ini turun 12,77 persen dibandingkan Oktober 2025 yang masih berada di level 488,28 juta dolar. Penurunan bulanan tersebut terutama dipicu oleh merosotnya ekspor nonmigas sebesar 10,74 persen, dari 429,86 juta dolar menjadi 383,70 juta dolar.

"Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar pelemahan tersebut. Nilai ekspor industri pengolahan tercatat turun cukup tajam, yakni 36,50 persen secara bulanan, dari 211,26 juta dolar pada Oktober menjadi 134,15 juta dolar pada November 2025," sebut Marinda Dama, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS).

Penurunan ini berdampak signifikan terhadap total kinerja ekspor, mengingat industri pengolahan memiliki peran besar dalam struktur ekspor nonmigas Balikpapan. Marinda menjelaskan, bahwa fluktuasi ekspor industri pengolahan erat kaitannya dengan kondisi permintaan global dan pola pengiriman.

“Industri pengolahan sangat dipengaruhi oleh siklus permintaan luar negeri dan waktu pengapalan. Ketika terjadi penyesuaian produksi atau pengiriman, dampaknya langsung terlihat pada angka ekspor bulanan,” lanjutnya.

Secara tahunan, tekanan ekspor Balikpapan terlihat lebih dalam. Total ekspor November 2025 turun 38,58 persen dibandingkan November 2024 yang mencapai 693,43 juta dolar. Penurunan ini kembali dipengaruhi oleh melemahnya ekspor nonmigas yang turun 34,24 persen, dari 583,48 juta dolar menjadi 383,70 juta dolar.

Secara kumulatif, nilai ekspor Januari hingga November 2025 tercatat sebesar 5.108,46 juta dolar, turun 11,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 5.745,60 juta dolar. Dalam struktur tersebut, ekspor nonmigas masih mendominasi dengan kontribusi 87,80 persen, sementara migas menyumbang sekitar 12,20 persen.

Marinda menambahkan, tren ini perlu dicermati secara jangka menengah. “Penurunan kumulatif menunjukkan tantangan global masih berlanjut. Namun, ini juga menjadi momentum untuk memperkuat daya saing industri pengolahan dan mendorong diversifikasi produk ekspor,” katanya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Tekanan #ekspor #balikpapan #industri pengolahan