KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kalimantan Timur membukukan surplus perdagangan yang cukup besar, ditopang kuat oleh sektor nonmigas. Pada November 2025 neraca perdagangan Kaltim mengalami surplus USD 1,248 miliar.
“Neraca perdagangan sektor nonmigas tercatat surplus sebesar USD 1,472 miliar, sebaliknya sektor migas tercatat defisit sebesar USD 223,93 juta,” jelas Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana.
Secara bulanan, sektor nonmigas masih menjadi penopang utama surplus perdagangan Kaltim. Nilai ekspor nonmigas pada November 2025 tercatat USD 1,559 miliar, sementara impor nonmigas berada di angka USD 87,33 juta.
Sementara itu, sektor migas kembali mencatatkan kinerja negatif. Pada November 2025, ekspor migas tercatat USD 126,28 juta, sedangkan impor migas mencapai USD 350,21 juta, sehingga neraca migas mengalami defisit.
Yusniar menjelaskan, kondisi tersebut juga tercermin secara kumulatif sepanjang tahun berjalan. “Selama Januari-November 2025, sektor migas mengalami defisit USD 1,587 miliar,” ujarnya.
Namun demikian, kuatnya kinerja sektor nonmigas mampu menahan tekanan tersebut.
“Sebaliknya, sektor nonmigas mengalami surplus sebesar USD 15,952 miliar, sehingga secara total kumulatif neraca perdagangan Kaltim selama Januari-November 2025 mengalami surplus USD 14,365 miliar,” pungkas Yusniar. (*)
Editor : Duito Susanto