Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Neraca Dagang Balikpapan Surplus USD 35,42 Juta pada November 2025, Sektor Ini yang Jadi Tumpuan

Ulil Mu'Awanah • Rabu, 14 Januari 2026 | 17:19 WIB
DIPERBESAR: Ekspor damar dari Balikpapan beberapa waktu lalu turut berkontribusi pada kinerja dagang.
DIPERBESAR: Ekspor damar dari Balikpapan beberapa waktu lalu turut berkontribusi pada kinerja dagang.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Di balik angka surplus neraca perdagangan pada November 2025, struktur perdagangan di Balikpapan memperlihatkan pergeseran menarik, sektor nonmigas menjadi penopang utama, sementara migas masih menahan laju kinerja perdagangan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Balikpapan pada November 2025 mengalami surplus sebesar 35,42 juta dolar.

Surplus ini sepenuhnya ditopang oleh sektor nonmigas yang mencatatkan surplus cukup besar, mencapai 310,24 juta dolar. Sebaliknya, sektor migas kembali mencatat defisit sebesar 274,82 juta dolar pada periode yang sama.

Mengenai itu, Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama menjelaskan bahwa ketimpangan kinerja antara migas dan nonmigas menjadi pola yang konsisten sepanjang 2025.

“Sektor nonmigas menunjukkan daya tahan yang kuat, sementara sektor migas masih menghadapi tekanan, baik dari sisi volume maupun harga,” ucapnya.

Jika ditarik secara kumulatif, kondisi ini semakin terlihat jelas. Selama Januari hingga November 2025, sektor migas mengalami defisit sebesar 2.543,19 juta dolar.

Pada saat yang sama, sektor nonmigas justru mencatatkan surplus sangat besar, mencapai 3.687,00 juta dolar. Kombinasi keduanya menghasilkan surplus neraca perdagangan Kota Minyak secara total sebesar 1.143,81 juta dolar.

Dari sisi pergerakan bulanan, grafik neraca perdagangan sepanjang 2025 memperlihatkan fluktuasi yang cukup tajam, terutama dipengaruhi dinamika impor migas.

Namun, aliran ekspor nonmigas relatif stabil, sehingga mampu menahan tekanan defisit migas. Ekspor nonmigas Balikpapan pada periode Januari–November 2025 tercatat mencapai lebih dari 4,48 miliar dolar, jauh melampaui impor nonmigas yang berada di kisaran 798,17 juta dolar.

Menurut Marinda, struktur ini mencerminkan transformasi ekonomi Balikpapan yang perlahan bergeser. “Ketergantungan terhadap migas masih besar, tetapi data menunjukkan bahwa sektor nonmigas semakin berperan sebagai bantalan ekonomi daerah,” kata Marinda.

Ia menambahkan, kondisi ini menjadi sinyal penting bagi arah kebijakan ekonomi daerah ke depan. "Penguatan industri pengolahan, perdagangan, dan sektor berbasis jasa dinilai akan semakin menentukan keberlanjutan surplus perdagangan Balikpapan, terutama ketika sektor migas menghadapi volatilitas global," tutupnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Nonmigas #neraca dagang #perdagangan #migas #balikpapan