KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Menjamurnya berbagai tren olahraga baru seperti padel, studio kebugaran tematik seperti pilates, hingga kelas olahraga berbasis komunitas tak lantas menggerus eksistensi pusat kebugaran konvensional.
Justru, bisnis gym dinilai masih memiliki fondasi kuat dan tetap relevan di tengah persaingan industri olahraga yang kian dinamis.
Achmed Forest Khan, pendiri Violet Gym Samarinda, menilai banyaknya pilihan olahraga justru membawa dampak positif bagi masyarakat.
“Menurut saya pribadi, saya senang ketika masyarakat mendapatkan banyak pilihan untuk berolahraga, masyarakat yang sehat akan menekan angka kesakitan, sehingga bisa menekan pengeluaran negara untuk pengobatan suatu penyakit,” ujarnya.
Dia menyebutkan, dalam satu tahun terakhir tren bisnis gym masih menunjukkan geliat yang menjanjikan. “Masih tetap menunjukkan tren yang positif, terbukti dengan banyaknya tempat gym baru yang tersebar di Samarinda. Dan bisnis gym masih menjadi usaha yang bisa diandalkan,” jelasnya, Kamis (15/1).
Apalagi, usaha pusat kebugaran yang dia bangun segmentasinya khusus, yakni hanya perempuan. Sehingga memiliki ceruk pasar tersendiri. Walaupun diikuti tantangan serupa. Meski begitu, usaha terus tetap berjalan dan terus berkembang sejak didirikan 2019 lalu. Apalagi, berbagai program penunjang juga diberikan seperti catering sehat dan konsultasi gizi.
Menurut Achmed, gym tetap menjadi pilihan utama masyarakat karena fungsinya yang spesifik dalam membangun massa otot. “Didukung oleh banyaknya hasil riset yang menunjukkan pentingnya massa otot terhadap resiko terkena berbagai macam penyakit,” ungkap dietisien tersebut.
Dia juga menambahkan, tren tersebut semakin diperkuat oleh peran media digital. Diakui jika saat ini ada banyak influencer kebugaran yang menjadikan pentingnya membangun masa otot sebagai konten.
Sehingga turut memengaruhi gaya hidup pengikutnya di media sosial. Achmed menilai hal itu sangat positif dalam membangun kebiasaan berolahraga, apalagi pergi ke tempat gym. Kesadaran membangun otot, lanjut Achmed, menjadi sangat penting terutama bagi perempuan dan kelompok usia lanjut.
Bahkan, bagi lansia, olahraga kekuatan tidak lagi sekadar pilihan. “Dan bahkan agar lansia bisa lepas dari ketergantungan untuk melakukan kegiatan mereka sehari-hari, mereka tidak dianjurkan untuk beristirahat saja tanpa melakukan apa-apa. Sekarang sangat penting untuk olahraga membangun otot bagi mereka, jadi semakin tua sesorang semakin butuh melatih ototnya,” tutup Achmed. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo