Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Biaya Produksi Naik Lebih Cepat, Nilai Tukar Petani Kaltim Desember 2025 Terkoreksi 0,30 Persen

Raden Roro Mira Budi Asih • Senin, 26 Januari 2026 | 16:31 WIB
TURUN: NTP Kaltim pada akhir 2025 mengalami koreksi. Beban pengeluaran petani meningkat lebih cepat dibandingkan harga hasil produksi.
TURUN: NTP Kaltim pada akhir 2025 mengalami koreksi. Beban pengeluaran petani meningkat lebih cepat dibandingkan harga hasil produksi.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kenaikan harga kebutuhan rumah tangga dan biaya produksi menjadi faktor utama yang menekan daya beli petani di Kalimantan Timur.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Kaltim pada Desember 2025 mengalami koreksi setelah beban pengeluaran petani meningkat lebih cepat dibandingkan harga hasil produksi.

NTP Kaltim pada Desember 2025 tercatat sebesar 147,89, turun 0,30 persen dibandingkan November 2025. Penurunan terjadi karena Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik 0,43 persen, sementara Indeks Harga yang Diterima Petani (It) hanya meningkat 0,13 persen.

Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana menjelaskan, kenaikan Ib dipicu oleh meningkatnya harga barang konsumsi rumah tangga serta biaya produksi dan penambahan barang modal.

“Kenaikan harga yang dibayar petani lebih tinggi dibandingkan kenaikan harga hasil produksi pertanian,” jelasnya.

Secara rinci, indeks konsumsi rumah tangga petani meningkat 0,53 persen, sedangkan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal naik 0,26 persen. Sehingga membuat ruang surplus petani menyempit meski harga komoditas masih menunjukkan kenaikan terbatas.

Meski mengalami penurunan secara bulanan, Yusniar menegaskan bahwa posisi NTP Kaltim masih berada di atas angka 100. “Artinya, secara umum petani masih mengalami surplus atau daya belinya tetap lebih baik dibandingkan tahun dasar,” ujarnya.

Namun demikian, tekanan dari sisi pengeluaran menjadi catatan penting, terutama di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok dan sarana produksi pertanian di perdesaan. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#kenaikan harga #daya beli petani #nilai tukar petani #kebutuhan rumah tangga #kalimantan timur