Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Daya Beli Petani Kaltim Turun, Masih Lebih Baik Dibanding Tiga Provinsi Kalimantan Lain

Raden Roro Mira Budi Asih • Senin, 26 Januari 2026 | 16:42 WIB
SURPLUS: Secara umum petani Kaltim berada dalam kondisi surplus dan memiliki daya beli yang relatif terjaga.
SURPLUS: Secara umum petani Kaltim berada dalam kondisi surplus dan memiliki daya beli yang relatif terjaga.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Timur tercatat mengalami penurunan pada Desember 2025.

Meski demikian, secara regional posisi Kaltim masih relatif kompetitif dibandingkan sejumlah provinsi lain di Pulau Kalimantan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

NTP Kaltim pada Desember 2025 berada di angka 147,89, atau turun 0,30 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan menempatkan Kaltim sebagai provinsi dengan penurunan NTP terbesar kedua di Kalimantan pada periode tersebut.

Dari lima provinsi di Pulau Kalimantan, hanya Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara yang mencatatkan kenaikan NTP masing-masing 1,55 persen dan 0,21 persen. Sementara itu, tiga provinsi lainnya mengalami koreksi nilai tukar petani.

Penurunan terdalam terjadi di Kalimantan Tengah yang mencapai 0,35 persen, disusul Kalimantan Timur yaitu 0,30 persen, dan Kalimantan Barat yang turun 0,23 persen. Menunjukkan tekanan daya beli petani di Kalimantan masih cukup merata, meskipun dengan besaran yang berbeda.

Kepala BPS Kalimantan Timur Yusniar Juliana menjelaskan, dinamika NTP antarprovinsi sangat dipengaruhi oleh struktur komoditas unggulan serta pergerakan harga di masing-masing daerah.

“Setiap provinsi memiliki karakteristik pertanian yang berbeda, sehingga respons NTP terhadap perubahan harga juga tidak sama,” ujarnya.

Secara nasional, perkembangan NTP justru menunjukkan tren yang lebih positif. Dari 38 provinsi yang dihitung, sebanyak 23 provinsi mengalami kenaikan NTP, sementara 15 provinsi mengalami penurunan. Secara agregat, NTP nasional tercatat naik 1,05 persen pada Desember 2025.

Yusniar menambahkan, meski secara bulanan NTP Kaltim terkoreksi, posisi nilai tukar petani daerah masih berada di atas angka 100. “Ini menandakan secara umum petani di Kaltim masih berada dalam kondisi surplus dan memiliki daya beli yang relatif terjaga,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#petani #daya beli petani #NTP #nilai tukar petani #kaltim #kalimantan timur