KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Belanja negara masih memegang peran sentral dalam menggerakkan perekonomian Kalimantan Timur sepanjang 2025. Hingga 31 Desember 2025, realisasi Belanja Pemerintah Pusat (BPP) tercatat sebesar Rp63,40 triliun atau 95,77 persen dari pagu anggaran.
Tingginya realisasi belanja menunjukkan optimalisasi pelaksanaan APBN di daerah. Belanja tersebut menjadi instrumen fiskal utama dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Komponen belanja terbesar berasal dari belanja modal. Sepanjang 2025, belanja modal terealisasi sebesar Rp16,04 triliun, terutama untuk mendukung penyelesaian proyek infrastruktur strategis di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Selain belanja modal, belanja pegawai juga menunjukkan realisasi yang cukup tinggi. Belanja barang turut menopang operasional pemerintahan dan pelayanan publik. Komponen itu berperan dalam menjaga kelancaran aktivitas kementerian dan lembaga di daerah.
"Belanja pegawai terealisasi sebesar Rp3,86 triliun, belanja barang terealisasi sebesar Rp3,30 triliun dan bantuan sosial tercatat telah mencapai Rp10,74 miliar," jelas Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Kaltim Edih Mulyadi.
Dia menilai, belanja negara memiliki efek berganda bagi perekonomian daerah, baik melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan permintaan barang dan jasa, maupun penguatan aktivitas usaha lokal.
Dengan tingkat realisasi yang tinggi, APBN diharapkan terus berfungsi sebagai penopang utama stabilitas ekonomi Kaltim di tengah ketidakpastian global. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo