Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Emas Sentuh Rekor Sepanjang Masa di Atas USD 5.400 per Ons, Naik Lebih 25 Persen Sepanjang 2026

Dwi Puspitarini • Kamis, 29 Januari 2026 | 06:32 WIB
Grafik pergerakan harga emas dunia yang terus mencetak rekor baru di atas USD 5.400 per ons di tengah ketidakpastian global, Kamis (29/1/2026).
Grafik pergerakan harga emas dunia yang terus mencetak rekor baru di atas USD 5.400 per ons di tengah ketidakpastian global, Kamis (29/1/2026).

KALTIMPOST.ID, Harga emas spot memperpanjang reli pemecahan rekor pada Kamis (29/1/2026), menembus level di atas USD 5.400 per ons, seiring meningkatnya minat investor terhadap aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

Dikutip dari laman Reuters, Emas spot (XAU=) tercatat naik 0,3% menjadi USD 5.413,67 per ons pada pukul 22.09 GMT, setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di USD 5.418,39 pada sesi perdagangan yang sama.

Lonjakan ini memperpanjang reli panjang emas yang sepanjang tahun ini telah melonjak lebih dari 25%, sejak awal tahun 2026.

Di balik penguatan harga tersebut, kekhawatiran global kembali mencuat. Ketegangan geopolitik masih berlanjut setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (28/1/2026) mendesak Iran untuk segera berunding dan mencapai kesepakatan terkait senjata nuklir.

Trump memperingatkan bahwa serangan Amerika Serikat berikutnya akan jauh lebih berat jika Iran tidak bersedia berkompromi.

Menanggapi pernyataan tersebut, Teheran mengancam akan melakukan serangan balasan terhadap Amerika Serikat, Israel, serta pihak-pihak yang mendukungnya.

Dari sisi kebijakan moneter, sikap Federal Reserve yang menahan suku bunga turut memperkuat daya tarik emas.

Spekulasi pasar mulai mengarah pada kemungkinan pemangkasan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan, kondisi yang secara historis menguntungkan logam mulia.

Emas, yang dikenal sebagai aset lindung nilai, telah mencatatkan kenaikan lebih dari 25% sepanjang tahun ini, setelah melonjak 64% sepanjang 2025.

Logam mulia tersebut umumnya diuntungkan oleh lingkungan suku bunga rendah, dan di awal tahun 2026 mengalami lonjakan harga yang signifikan.

Menariknya, lonjakan harga emas tidak hanya dirasakan di pasar finansial. Di sejumlah pusat perdagangan emas Asia seperti Shanghai dan Hong Kong, minat beli konsumen justru meningkat.

Banyak pembeli ritel melihat emas sebagai instrumen penyimpan nilai yang dianggap lebih aman dan masih akan berpotensi harga naik lebih lanjut.

Sementara itu, perak spot tercatat stabil di USD 116,61 per ons, setelah mencapai rekor tertinggi USD 117,69 pada Senin lalu.

Platina spot naik 0,4% menjadi USD 2.705,79 per ons, setelah sempat menyentuh rekor USD 2.918,80 pada awal pekan, sedangkan paladium menguat 0,3% menjadi USD 2.079,32 per ons.

Pergerakan ini memperlihatkan bahwa emas kini tidak hanya dipandang sebagai aset lindung nilai, tetapi juga sebagai simbol kehati-hatian global di tengah perubahan arah ekonomi dunia.***

Editor : Dwi Puspitarini
#perak #harga emas dunia #harga emas 2026 #ketidakpastian global #Rekor emas #harga emas rekor tertinggi #Aset aman investasi #emas spot hari ini #aset lindung nilai