KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kinerja APBN 2025 diarahkan untuk memperkuat fondasi ekonomi Kalimantan Timur melalui penguatan ketahanan pangan dan energi.
Dua sektor itu dinilai strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, terutama di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian. Dengan dukungan fiskal yang terarah, pemerintah berupaya memastikan ekonomi Kaltim tetap bergerak stabil dan berkelanjutan.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Kaltim Edih Mulyadi menyampaikan bahwa penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu fokus utama APBN di daerah.
"Penyerapan anggaran ketahanan pangan telah mencapai lebih dari 91 persen, dengan fokus mendukung swasembada pangan dan stabilitas harga," jelasnya.
Program ketahanan pangan di Kaltim difokuskan pada pengembangan lahan pertanian, intervensi pasar, serta pembangunan infrastruktur pendukung seperti irigasi dan bendungan.
Langkah tersebut diarahkan untuk mendukung swasembada pangan sekaligus memperkuat daya tahan sektor pertanian menghadapi fluktuasi cuaca maupun gejolak harga pangan.
Selain pangan, sektor energi juga menjadi pilar penting dalam strategi fiskal nasional di Kaltim. memiliki potensi besar energi baru terbarukan (EBT) yang terus didorong pemanfaatannya.
"Kalimantan Timur memiliki potensi besar energi baru terbarukan dengan 23 pembangkit dan potensi EBT mencapai 16.898,1 MWh," sebutnya.
Pengembangan energi bersih tidak hanya diarahkan untuk memenuhi peningkatan kebutuhan listrik daerah, tetapi juga untuk mendukung agenda nasional transisi energi.
Dengan posisi Kaltim sebagai wilayah strategis, termasuk dalam pengembangan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), ketersediaan energi yang andal dan berkelanjutan menjadi kebutuhan mendasar.
Ketahanan pangan berperan penting dalam menjaga daya beli masyarakat, sementara ketahanan energi menjadi penopang utama aktivitas ekonomi dan investasi. Kombinasi keduanya diharapkan mampu menciptakan fondasi ekonomi yang lebih kokoh dan inklusif.
Dengan dukungan fiskal yang berkelanjutan, APBN diharapkan terus menjadi instrumen utama dalam meredam dampak ketidakpastian global serta menjaga stabilitas ekonomi Kaltim. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo