Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Apa Itu Saham Gorengan? Mengenal Ciri dan Risiko Saham yang Dikaitkan dengan Turunnya IHSG

Dwi Puspitarini • Selasa, 3 Februari 2026 | 07:42 WIB
Ilustrasi. Saat IHSG melemah tajam, saham gorengan kembali diperbincangkan.
Ilustrasi. Saat IHSG melemah tajam, saham gorengan kembali diperbincangkan.

KALTIMPOST.ID, Akhir Januari 2026 menjadi periode yang tidak mudah bagi pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah tajam hingga sekitar 8 persen dalam waktu singkat.

Penurunan ini tak hanya memicu kekhawatiran investor, tetapi juga memunculkan satu istilah lama yang kembali ramai diperbincangkan, yaitu “saham gorengan”.

Isu ini makin menguat setelah pernyataan pejabat tinggi negara yang menyinggung praktik goreng-gorengan saham sebagai salah satu penyebab pasar kehilangan kepercayaan. Lantas, apa kaitannya saham gorengan dengan anjloknya IHSG?

Baca Juga: Prabowo Naikkan Porsi Dana Pensiun ke Saham hingga 20 Persen, Apa Dampaknya bagi Pasar Modal?

Apa Itu IHSG dan Mengapa Penurunannya Penting?

IHSG merupakan cerminan pergerakan seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, baik di papan utama maupun papan pengembangan.

Ketika IHSG melemah, itu menandakan mayoritas saham sedang tertekan.

Sejak pertama kali diluncurkan pada 1 April 1983 dengan nilai dasar 100 poin, IHSG telah menjadi barometer utama kondisi pasar saham Indonesia.

Naik turunnya indeks ini sering dijadikan acuan oleh investor, pelaku usaha, hingga pembuat kebijakan ekonomi.

Karena itu, saat IHSG jatuh cukup dalam, menjadi tanda tanya besar, apakah ini hanya koreksi biasa, atau ada masalah yang lebih serius?

Faktor yang Memengaruhi Pergerakan IHSG

Pergerakan IHSG tidak terjadi begitu saja. Ada banyak faktor yang saling berkaitan, mulai dari kondisi global hingga sentimen dalam negeri.

Beberapa faktor utama antara lain:

Namun dalam kasus terbaru, perhatian publik tertuju pada satu faktor non-fundamental yang dinilai merusak kepercayaan pasar.

Baca Juga: Harga Emas ANTAM Hari Ini Selasa, 3 Februari 2026: Naik Signifikan Rp 167 Ribu, Pulih Setelah Terjun Bebas Akhir Januari

Saham Gorengan Kembali Jadi Sorotan

Saham gorengan adalah istilah untuk saham yang pergerakan harganya tidak mencerminkan kondisi bisnis sebenarnya.

Harga saham jenis ini biasanya digerakkan oleh segelintir pihak bermodal besar untuk menciptakan kesan seolah-olah saham tersebut “menarik”.

Akibatnya, banyak investor ritel tergoda ikut membeli, tanpa sadar bahwa kenaikan harga tersebut bukan didukung kinerja perusahaan.

Baca Juga: Harga Emas UBS dan Galeri24 Hari Ini, Selasa, 3 Februari 2026 di Pegadaian: Koreksi Tipis Rp 33 Ribu, Peluang Beli Emas Awal Februari?

Isu saham gorengan kembali mencuat setelah laporan lembaga internasional menyoroti aspek keterbukaan pasar saham Indonesia, termasuk soal kepemilikan saham publik dan kemudahan akses pasar.

Ciri-Ciri Saham Gorengan yang Perlu Diwaspadai

Bagi investor awam, mengenali saham gorengan sangat penting agar tidak terjebak. Beberapa tanda yang sering muncul antara lain:

Saham dengan ciri seperti ini seringkali terlihat “menggiurkan”, namun menyimpan risiko besar.

Baca Juga: Euforia IPO Mereda Cepat, Saham Superbank Terkoreksi Tajam di Pagi Hari

Risiko Saham Gorengan bagi Investor Ritel

Di balik lonjakan harga yang menggiurkan, saham gorengan menyimpan sejumlah risiko serius:

1. Potensi Kerugian Besar

Harga saham bisa anjlok tajam setelah euforia berakhir, membuat investor ritel kesulitan menjual kembali.

2. Fundamental Lemah

Mayoritas saham gorengan berasal dari perusahaan dengan kinerja keuangan yang tidak solid.

3. Harga Sulit Diprediksi

Pergerakan ekstrem membuat investor sulit menentukan waktu beli dan jual yang aman.

4. Berisiko Kena Suspensi

Saham dengan pola tidak wajar sering diawasi ketat dan bisa dihentikan sementara perdagangannya.

Poin Penting dari Anjloknya IHSG

Koreksi tajam IHSG menjadi pengingat bahwa pasar saham bukan sekadar soal ikut tren.

Memahami dasar investasi, membaca kondisi pasar, dan tidak mudah tergiur kenaikan instan adalah kunci bertahan dalam jangka panjang.

Bagi investor pemula, peristiwa ini bisa menjadi momen refleksi untuk lebih selektif memilih saham dan fokus pada perusahaan dengan kinerja nyata, bukan sekadar pergerakan harga yang tampak menarik di permukaan.***

Editor : Dwi Puspitarini
#Ciri Saham Gorengan #ihsg rontok #investasi #saham berisiko #saham gorengan #harga saham #ekonomi global #Risiko Saham Gorengan #investasi saham pemula