Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Inflasi Balikpapan di Awal Tahun 2026 Melandai, Ini Rincian Faktor Penyebabnya

Ulil Mu'Awanah • Selasa, 3 Februari 2026 | 21:04 WIB
TERPANTAU: Turunnya harga Pertamax sebesar Rp 400 per liter sejak 1 Januari 2026 membuat tekanan inflasi di Balikpapan mereda.
TERPANTAU: Turunnya harga Pertamax sebesar Rp 400 per liter sejak 1 Januari 2026 membuat tekanan inflasi di Balikpapan mereda.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Tekanan harga di Balikpapan pada awal tahun 2026 semakin terkendali. Indeks Harga Konsumen (IHK) Balikpapan tercatat mengalami deflasi sebesar 0,11 persen secara bulanan (month to month/mtm).

Hal ini sejalan dengan normalisasi permintaan dan mobilitas masyarakat pasca Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru 2025–2026, serta terjaganya pasokan sejumlah komoditas pangan.

Dijelaskan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi, secara tahunan inflasi Balikpapan tercatat sebesar 3,26 persen (year on year/yoy).

Angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi gabungan empat kota di Kalimantan Timur yang berada di level 3,76 persen (yoy), maupun inflasi nasional sebesar 3,55 persen (yoy).

“Realisasi inflasi Balikpapan masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional tahun 2026, yaitu 2,5 persen plus minus 1 persen,” sebutnya.

Ia menjelaskan, deflasi di Balikpapan terutama disumbang oleh kelompok transportasi dengan andil sebesar -0,28 persen (mtm). Komoditas utama penyumbang deflasi terdalam meliputi angkutan udara, bensin, cabai rawit, tarif Sekolah Menengah Atas, dan cabai merah.

Penurunan tarif angkutan udara didorong oleh normalisasi permintaan tiket setelah berakhirnya periode puncak libur Nataru. Sementara itu, turunnya harga bensin dipengaruhi kebijakan penurunan harga Pertamax sebesar Rp 400 per liter sejak 1 Januari 2026.

“Untuk komoditas cabai, penurunan harga didukung oleh meningkatnya pasokan dari daerah sentra produksi seiring mulai masuknya periode panen,” jelasnya.

Di sisi lain, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang inflasi terbesar di Balikpapan dengan andil 0,18 persen (mtm). Komoditas seperti emas perhiasan, daging ayam ras, bahan bakar rumah tangga, baju muslim anak, dan mobil tercatat mengalami kenaikan harga. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#pertamax #bank indonesia #Penurunan Harga #balikpapan #inflasi Balikpapan