KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) menjadi kontributor utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) Samarinda. Sektor PBJT menunjukkan kinerja signifikan, terutama dari pajak makan dan minum yang melonjak tajam dalam dua tahun terakhir.
Struktur PAD Samarinda saat ini sangat ditopang oleh aktivitas konsumsi masyarakat. Pajak restoran, kafe, katering, dan usaha makan minum lainnya menjadi tulang punggung penerimaan daerah.
Dipaparkan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Samarinda, Cahya Ernawan, bahwa penerimaan PBJT sektor makan dan minum mengalami lonjakan hampir dua kali lipat. “Dari kisaran Rp 60 miliar, realisasinya meningkat menjadi lebih dari Rp 130 miliar,” sebutnya.
Kenaikan tersebut menjadi faktor kunci dalam peningkatan PAD Samarinda secara keseluruhan. Cahya mengatakan, lonjakan tersebut tidak lepas dari berkembangnya sektor kuliner di Samarinda.
Banyaknya tempat makan baru, kafe, hingga usaha katering mendorong peningkatan basis pajak daerah. Selain itu, tingkat kepatuhan wajib pajak juga dinilai semakin membaik.
Selain sektor makan dan minum, PBJT dari listrik juga menjadi kontributor penting PAD. Pajak atas konsumsi listrik, terutama dari pelanggan PLN, memberikan sumbangan signifikan dan relatif stabil terhadap pendapatan daerah.
Menurut Cahya, struktur PAD Samarinda saat ini menunjukkan pergeseran yang sehat. Ketergantungan pada sektor yang bersifat visual seperti reklame mulai berkurang, digantikan oleh sektor konsumsi riil yang langsung berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat.
Dia menegaskan, pajak daerah bukan sekadar alat penghimpun pendapatan, tetapi juga mencerminkan denyut ekonomi kota. Tingginya PBJT makan dan minum, menurutnya, menandakan perputaran ekonomi lokal yang kuat.
“Pertumbuhan sektor kuliner cukup tinggi. Tempat-tempat baru, kafe atau tempat makan banyak yang baru,” kata Cahya, menggambarkan realitas konsumsi masyarakat yang kini menjadi kekuatan fiskal daerah.
Kinerja PBJT turut menopang kenaikan PAD Samarinda dari Rp 973 miliar pada 2024 menjadi Rp 1,138 triliun pada 2025. Cahya menilai, hal itu menunjukkan bahwa Pemkot Samarinda berada di jalur yang tepat dalam membangun struktur PAD yang berkelanjutan. Ke depan, optimalisasi PBJT akan terus menjadi fokus, seiring dengan pertumbuhan sektor jasa, kuliner, dan konsumsi energi di Kota Tepian. (*)
Editor : Duito Susanto