KALTIMPOST.ID-Energi nuklir dinilai tidak hanya bermanfaat sebagai sumber listrik, tetapi juga memiliki dampak ekonomi luas melalui berbagai sektor turunan, mulai kesehatan, pangan hingga pertanian.
“Di Universitas Mulawarman (Unmul) sendiri, ada konsep kedokteran nuklir yang luar biasa, misalnya untuk penanganan penyakit jantung tanpa operasi. Itu menunjukkan bahwa nuklir tidak selalu identik dengan pembangkit listrik, tetapi juga teknologi kesehatan,” ungkap ekonom Unmul Purwadi Purwoharsojo.
Ia menjelaskan, bahwa teknologi nuklir telah lama digunakan di banyak negara untuk mendukung inovasi di luar sektor ketenagalistrikan.
Di sektor pangan, Purwadi menyebut teknologi nuklir bisa digunakan untuk pengawetan makanan. Sehingga produk dapat disimpan hingga satu tahun tanpa mengalami kerusakan.
Hal itu berpotensi mengurangi tingkat pemborosan pangan serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
Sementara di bidang pertanian, teknologi nuklir dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas tanaman.
“Tanaman yang biasanya panen dua kali setahun bisa menjadi enam kali setahun. Itu tentu berdampak besar terhadap pendapatan petani dan ketersediaan pangan,” tuturnya.
Menurutnya, efek ekonomi dari pemanfaatan teknologi nuklir bersifat berlapis. Selain membuka peluang industri baru, juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui riset dan pengembangan.
Purwadi menekankan pentingnya pemerintah memperkenalkan manfaat-manfaat itu kepada masyarakat agar pemahaman publik terhadap nuklir menjadi lebih utuh.
“Kalau masyarakat hanya melihat nuklir dari sisi risiko, tentu akan sulit diterima. Padahal manfaatnya sangat besar dan menyentuh kehidupan sehari-hari,” ujarnya. (rd)
Editor : Romdani.