Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Inflasi Balikpapan Januari 2026 Capai 3,26 Persen, Perumahan dan Jasa Jadi Pemicu Utama

Ulil Mu'Awanah • Jumat, 6 Februari 2026 | 06:35 WIB
PERHATIAN: Pemkab PPU menyediakan relokasi perumahan rakyat terdampak bencana.
PERHATIAN: Pemkab PPU menyediakan relokasi perumahan rakyat terdampak bencana.

KALTIMPOST.ID-Balikpapan mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) sebesar 3,26 persen pada Januari 2026.

Angka itu menunjukkan adanya peningkatan harga dibandingkan Januari 2025, meski secara bulanan (month-to-month/m-to-m) justru terjadi deflasi sebesar 0,11 persen.

Kondisi itu mencerminkan tekanan harga yang bersifat struktural, terutama dari kelompok pengeluaran tertentu.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Marinda Dama mengatakan, inflasi y-on-y pada Januari 2026 didorong oleh kenaikan harga pada tujuh kelompok pengeluaran.

Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga menjadi penyumbang terbesar dengan inflasi mencapai 8,35 persen.

“Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 15,57 persen. Itu menjadi salah satu faktor utama yang mendorong inflasi tahunan Kota Balikpapan,” jelas Marinda.

Kelompok lain yang turut mengalami inflasi antara lain makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,46 persen, kesehatan 1,53 persen, transportasi 1,51 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya 3,22 persen, pendidikan 1,98 persen, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,88 persen.

Sementara itu, beberapa kelompok pengeluaran justru mengalami penurunan indeks harga, seperti pakaian dan alas kaki yang mengalami deflasi 3,08 persen serta perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,76 persen.

Marinda menjelaskan, komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y antara lain tarif listrik, emas perhiasan, angkutan udara, beras, minyak goreng, kopi bubuk, serta sejumlah komoditas pangan seperti bawang merah, cabai merah, dan daging ayam ras.

“Dari gambaran ini, terlihat bahwa tekanan inflasi masih kuat pada sektor hunian dan jasa, sementara sebagian barang konsumsi relatif tertahan,” ucapnya. (rd)

Editor : Romdani.
#barang dan jasa #kutai timur #kutai kartanegara #Kutai Barat #inflasi Balikpapan