Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Lonjakan Transaksi Saham Kalimantan Tembus Rp 19,81 Triliun, Investor Terus Bertambah

Raden Roro Mira Budi Asih • Minggu, 8 Februari 2026 | 12:06 WIB

Seiring dengan pertumbuhan nilai transaksi dan penjualan, jumlah investor saham terus mengalami pertumbuhan.   
Seiring dengan pertumbuhan nilai transaksi dan penjualan, jumlah investor saham terus mengalami pertumbuhan.  
 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Aktivitas pasar modal di Kalimantan menunjukkan geliat yang kian solid sepanjang 2025. Di tengah dinamika ekonomi nasional, transaksi saham regional Kalimantan justru mencatat akselerasi signifikan hingga menembus puluhan triliun rupiah, menandai meningkatnya partisipasi masyarakat terhadap instrumen investasi pasar modal.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, nilai transaksi saham di Kalimantan mencapai Rp 19,81 triliun pada posisi November 2025. Capaian tersebut melonjak 48,55 persen dibandingkan posisi September 2025, sekaligus menjadi level tertinggi sepanjang tahun berjalan.

Koordinator OJK Wilayah Kalimantan Parjiman menegaskan, penguatan transaksi saham tersebut tidak lepas dari konsistensi pengawasan dan pengembangan pasar modal di daerah. OJK secara konsisten mendukung pengembangan industri Pasar Modal dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) sebagai upaya memperkuat stabilitas sektor keuangan yang resilien, guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Seiring meningkatnya nilai transaksi, jumlah investor saham juga terus bertambah. Hingga November 2025, jumlah Single Investor Identification (SID) saham di Kalimantan mencapai 477,77 ribu, atau tumbuh 7,45 persen dibandingkan September 2025. Pertumbuhan investor itu mencerminkan semakin luasnya literasi dan inklusi keuangan di wilayah Kalimantan.

Distribusi investor saham di Kalimantan juga menunjukkan konsentrasi yang cukup jelas. Kalimantan Timur menjadi penyumbang investor saham terbesar yakni 300,29 ribu SID reksadana dan 155,61 ribu SID saham disusul Kalimantan Barat dengan 242,18 ribu SID reksadana dan 125,69 ribu SID saham. Kalimantan Selatan 227,02 ribu SID reksadana serta 109,31 SID saham, Kalimantan Tengah dengan 138,81 ribu SID reksadana dan 68,34 ribu SID saham, serta Kalimantan Utara 39,95 ribu SID reksadana dan 18,84 SID saham.

“Pola tersebut sejalan dengan aktivitas ekonomi dan kepadatan penduduk di masing-masing provinsi,” ujarnya.

Dari sisi infrastruktur pasar modal, Parjiman terus memperkuat pengawasan. Hingga kini terdapat 121 jaringan kantor Perusahaan Efek di Kalimantan, yang menjadi tulang punggung layanan transaksi dan edukasi investor di daerah.

Selain itu, terdapat pula 3 jaringan kantor Manajer Investasi serta 229 jaringan kantor Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang berperan penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap produk pasar modal.

Dia menilai, kombinasi antara peningkatan transaksi dan pertumbuhan investor menjadi indikator positif bagi ketahanan sektor keuangan daerah. Dengan basis investor yang semakin luas, pasar saham di Kalimantan diharapkan dapat terus menjadi motor penggerak pembiayaan jangka panjang bagi perekonomian regional. (*)

Editor : Sukri Sikki
#Parjiman #otoritas jasa keuangan (ojk) #saham #kalimantan timur