KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Arus barang nonmigas yang masuk ke Kalimantan Timur pada penghujung 2025 menunjukkan perlambatan cukup tajam.
Penurunan tidak hanya tercermin dari nilai total impor, tetapi juga dari komposisi barang yang masuk, menandakan adanya penyesuaian kebutuhan industri dan aktivitas ekonomi daerah.
Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Ariyanti Cahyaningsih menyampaikan, kinerja impor nonmigas pada Desember 2025 mengalami kontraksi dibandingkan bulan sebelumnya.
“Nilai impor nonmigas Desember 2025 untuk 10 golongan barang utama tercatat USD68,79 juta, atau turun 17,23 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya,” jelasnya.
Meski secara total menurun, pergerakan antar golongan barang menunjukkan dinamika yang beragam. Sejumlah komoditas justru mencatat peningkatan nilai impor setelah sebelumnya tidak tercatat atau relatif kecil. Kenaikan mencerminkan adanya kebutuhan spesifik yang kembali muncul pada akhir tahun.
“Dilihat dari perkembangannya terhadap November 2025 peningkatan nilai impor nonmigas terbesar terjadi pada golongan barang pupuk yang mengalami kenaikan USD7,62 juta karena tidak dilakukan impor pada bulan sebelumnya,” ujar Ariyanti.
Di sisi lain, beberapa kelompok barang utama mengalami penurunan yang cukup dalam dan memberi tekanan besar terhadap total impor nonmigas. Penurunan terutama terjadi pada komoditas yang selama ini menjadi tulang punggung impor daerah.
“Sebaliknya, penurunan nilai terdalam terjadi pada golongan barang mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya sebesar USD19,17 juta (45,05 persen),” ungkapnya.
Secara struktural, sepanjang Januari hingga Desember 2025, impor nonmigas Kaltim masih didominasi oleh sepuluh golongan barang utama. Kelompok tersebut menjadi penentu utama pergerakan impor, baik saat terjadi ekspansi maupun kontraksi.
Dalam komposisi tahunan tersebut, mesin dan peralatan mekanis tetap memegang peranan terbesar dibandingkan komoditas lainnya. Dominasi itu menunjukkan bahwa kebutuhan investasi dan industri masih menjadi faktor utama dalam struktur impor nonmigas Kaltim. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo