Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Mobilitas Laut Menguat, Penumpang Kapal di Kaltim Tembus 55 Ribu Orang

Raden Roro Mira Budi Asih • Kamis, 12 Februari 2026 | 05:05 WIB
MELONJAK: Kenaikan signifikan terjadi pada penumpang angkutan laut. Naik 51,20 persen dibanding bulan sebelumnya.
MELONJAK: Kenaikan signifikan terjadi pada penumpang angkutan laut. Naik 51,20 persen dibanding bulan sebelumnya.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Jalur laut kembali menjadi pilihan utama mobilitas masyarakat Kalimantan Timur menjelang akhir 2025. Aktivitas penyeberangan antarpelabuhan menunjukkan lonjakan signifikan, seiring meningkatnya pergerakan penumpang pada Desember 2025.

Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri pada Desember 2025 tercatat 55.373 orang atau naik 51,20 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Statistisi Ahli Madya BPS Kaltim Ariyanti Cahyaningsih menjelaskan, lonjakan jumlah penumpang terjadi hampir di seluruh pelabuhan utama.

“Kenaikan terjadi seiring dengan meningkatnya jumlah penumpang di Pelabuhan Bontang-Lhok Tuan 67,99 persen, Pelabuhan Semayang-Balikpapan 50,49 persen dan Pelabuhan Samarinda 46,47 persen,” jelas Ariyanti.

Secara kumulatif, kinerja angkutan laut penumpang sepanjang 2025 juga menunjukkan tren positif. Jika dibandingkan dengan periode sepanjang 2024, jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri periode Januari-Desember 2025 naik 21,21 persen.

Kenaikan didorong oleh pertumbuhan penumpang di Pelabuhan Semayang-Balikpapan 28,22 persen, Pelabuhan Bontang-Lhok Tuan 27,58 persen, dan Pelabuhan Samarinda 2,11 persen.

Berbeda dengan penumpang, pergerakan barang melalui jalur laut pada Desember 2025 justru mengalami penurunan. BPS Kaltim mencatat, jumlah barang yang diangkut melalui jalur angkutan laut pada Desember 2025 mencapai 9.376,05 ribu ton atau turun 6,23 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Penurunan dipengaruhi oleh berkurangnya volume barang di sejumlah pelabuhan. “Penurunan terjadi seiring dengan berkurangnya volume barang yang diangkut di beberapa pelabuhan seperti di Pelabuhan Sangatta 26,98 persen, Tanah Grogot 8,74 persen, Samarinda 7,87 persen, Kuala Samboja 4,14 persen, Sangkulirang 1,08 persen, dan Bontang 0,41 persen,” ujar Ariyanti.

Meski demikian, tidak semua pelabuhan mencatat kinerja negatif. Pada Desember 2025, peningkatan volume barang terjadi di Pelabuhan Semayang 27,91 persen, Kariangau 10,77 persen, Tanjung Santan 5,15 persen, dan Tanjung Redeb 1,50 persen.

Secara tahunan, kinerja angkutan barang laut masih menunjukkan pertumbuhan. Jumlah barang yang diangkut selama periode Januari-Desember 2025 mencapai 106.508,07 ribu ton atau naik 1,61 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024.

Peningkatan tercatat di Pelabuhan Semayang 32,86 persen, Kuala Samboja 18,94 persen, Sangkulirang 18,70 persen, Samarinda 11,72 persen, dan Tanah Grogot 9,23 persen.

Namun, penurunan juga terjadi di beberapa pelabuhan besar seperti Tanjung Santan, Kariangau, hingga Bontang-Lhok Tuan, menandakan dinamika logistik laut Kaltim yang masih berfluktuasi. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Aktivitas #mobilitas masyarakat #jalur laut #penumpang kapal