Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ekonomi Digital RI 2025 Melejit Rp 3.000 Triliun, Shopee Masih Rajai Pasar e-Commerce Tanah Air

Ari Arief • Minggu, 15 Februari 2026 | 16:59 WIB

 

Ilustrasi platform belanja toko online Shopee.
Ilustrasi platform belanja toko online Shopee.

KALTIMPOST.ID,JAKARTA- Sektor ekonomi digital Indonesia terus menunjukkan taji sepanjang tahun 2025.

Bisnis e-commerce tetap menjadi mesin pertumbuhan utama, yang kini diperkuat oleh adopsi Kecerdasan Buatan (AI) serta tren belanja berbasis video (video commerce).

Dalam persaingan ketat ini, raksasa ritel daring Shopee dilaporkan masih kokoh di posisi puncak sebagai aplikasi belanja paling favorit masyarakat Indonesia.

Transaksi Tembus Angka Fantastis

Berdasarkan data terbaru, total transaksi melalui platform belanja daring di Indonesia sepanjang tahun lalu diproyeksikan mencapai US$ 185 miliar atau setara Rp 3.093 triliun.

Angka ini mengalami kenaikan signifikan dibandingkan capaian tahun 2024 yang berada di angka US$ 156 miliar (sekitar Rp2.659 triliun).

Baca Juga: Menjelang Ramadan 2026, Pemerintah Salurkan 3 Jenis Bansos, Ini Rincian Program dan Jadwalnya

Secara rinci, kontribusi terbesar berasal dari sektor non-grocery senilai US$161 miliar (Rp 2.692 triliun), sementara sektor grocery menyumbang US$ 24 miliar (Rp 401 triliun).

Tren ini diprediksi akan terus melesat hingga menyentuh total US$ 359 miliar di masa mendatang, dengan pertumbuhan produk kebutuhan harian (grocery) yang diperkirakan naik hampir dua kali lipat.

Ledakan Fenomena Video Commerce

Laporan strategis e-Conomy SEA 2025 hasil kolaborasi Google, Temasek, dan Bain & Company menyoroti peran krusial video commerce dalam menjaga ritme pertumbuhan.

Volume transaksi lewat fitur video melonjak hingga 90% secara tahunan, dengan total mencapai 2,6 miliar transaksi.

Baca Juga: Warga PPU Diimbau Siaga, Sepekan ke Depan Didominasi Hujan Ringan

Adapun kategori produk yang paling diburu konsumen lewat video adalah fashion dan aksesori 28% dari total transaksi. Perawatan diri dan kecantikan  20% dari total transaksi.

Menariknya, nilai rata-rata pesanan (Average Order Value/AOV) melalui layanan video di Indonesia berada di kisaran US$ 4,5 hingga US$ 6 (sekitar Rp 75.200-Rp100.000).

Angka ini tergolong lebih rendah dibandingkan rata-rata regional Asia Tenggara yang mencapai US$ 6 hingga US$ 7 per orang.

Dominasi Shopee dan Gairah Retail Digital

Baca Juga: Kasus Asusila di Taksi Online Cipulir, Polisi Kantongi Identitas Penumpang

Agresivitas Shopee dalam mendorong fitur video dan promosi besar-besaran membuahkan hasil.

Data dari Sensor Tower mengonfirmasi bahwa Shopee tetap menjadi aplikasi ritel nomor satu di Indonesia.

Sepanjang 2025, total unduhan aplikasi belanja di Tanah Air menembus angka 181 juta kali, dengan durasi penggunaan mencapai 8,68 miliar jam.

Meski didominasi oleh model marketplace, pasar digital Indonesia mulai diwarnai kehadiran subkategori baru, seperti aplikasi penyedia diskon hingga platform belanja daring milik ritel luring (offline to online).

Di sisi penjual, tercatat ada 800 ribu pelaku usaha di Indonesia yang kini aktif memanfaatkan layanan video untuk berjualan, melonjak 75% dari tahun sebelumnya.(*)

Editor : Dwi Puspitarini
#shopee #ekonomi digital #daring #e-commerce #ritel #platform