KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - PT Dharma Lautan Utama (DLU) menegaskan transformasi perusahaan melalui penguatan aspek keselamatan pelayaran. Fokus ini menjadi prioritas utama operasional pada 2026, khususnya menjelang arus mudik Lebaran.
Kepala Cabang DLU Balikpapan Saleh menjelaskan, pembenahan armada telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir, sehingga perusahaan kini mengarahkan perhatian pada peningkatan budaya keselamatan.
Pihaknya ingin memastikan program keselamatan benar-benar terlihat hasilnya. Bukan hanya kapal yang aman, tetapi juga perilaku penumpang dan operasional yang tertib.
"DLU mengoperasikan empat kapal untuk melayani tiga lintasan utama selama musim mudik, yakni Balikpapan–Surabaya pulang pergi dengan dua kapal, Balikpapan–Parepare satu kapal, serta Balikpapan–Palu satu kapal," sebutnya, Senin (23/2).
Selain menjaga kesiapan armada, perusahaan juga meningkatkan frekuensi pelayaran dengan merapatkan jadwal sandar kapal agar jumlah keberangkatan dapat bertambah saat periode puncak.
Menurut Saleh, sebagian besar pemudik sebenarnya sudah terbiasa menggunakan kapal laut, namun kesadaran terhadap ketertiban masih perlu ditingkatkan, terutama saat proses naik dan turun kapal.
“Kondisi paling krusial itu saat muat dan bongkar. Kami terus mengingatkan agar penumpang tidak terburu-buru dan mengikuti arahan petugas,” ujarnya.
DLU juga mengajukan dispensasi kapasitas penumpang hingga 30 persen seperti tahun-tahun sebelumnya untuk mengakomodasi lonjakan pemudik. Kebijakan tersebut tetap disertai pengawasan keselamatan ketat.
Transformasi di usia 50 tahun perusahaan ini, lanjut Saleh, bukan sekadar modernisasi armada, tetapi perubahan pola kerja menuju pelayanan yang lebih profesional dan berorientasi keamanan.
“Lima puluh tahun menjadi momentum pendewasaan perusahaan. Kita ingin semakin bijak dalam menjalankan usaha sekaligus memberikan pelayanan terbaik,” katanya.
Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat Kalimantan Timur, terutama akibat pertumbuhan kawasan penyangga IKN, DLU menilai standar keselamatan harus menjadi fondasi utama transportasi laut di masa depan.
Sebelumnya, manajemen DLU sudah mematangkan persiapan menghadapi angkutan Lebaran 2026 dengan memperkuat koordinasi bersama mitra kerja.
Momentum tersebut dikemas dalam kegiatan buka puasa bersama yang tidak hanya menjadi ajang silaturahmi Ramadan, tetapi juga forum konsolidasi operasional menjelang musim mudik.
Saleh memastikan, keberhasilan angkutan Lebaran bukan hanya tanggung jawab perusahaan, tetapi seluruh pihak yang terlibat dalam ekosistem transportasi laut.
“Kita semua punya tanggung jawab moral untuk menyukseskan angkutan Lebaran. Ini bukan hanya kegiatan operasional, tapi pelayanan penting bagi masyarakat,” ucapnya.
Sebanyak 23 agen dan sekitar 13 perusahaan ekspedisi hadir dalam kegiatan tersebut. Menurut Saleh, kemitraan menjadi fondasi utama keberlanjutan bisnis DLU.
Ia menegaskan capaian perusahaan hingga saat ini tidak terlepas dari dukungan para mitra yang selama ini bekerja bersama dalam distribusi logistik maupun layanan penumpang.
“Perusahaan tidak bisa bergerak sendiri. Semua keberhasilan hari ini lahir dari kerja sama yang terbangun dengan mitra usaha,” katanya. DLU bahkan memperkuat hubungan tersebut melalui berbagai bentuk kerja sama bisnis dan investasi, termasuk skema transaksi khusus bagi mitra yang memenuhi persyaratan tertentu. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo