KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Ketimpangan pengeluaran penduduk di Kalimantan Timur menunjukkan perbaikan pada September 2025. Meski penurunannya tipis, capaian ini menjadi sinyal positif di tengah dinamika ekonomi daerah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kalimantan Timur, Gini Ratio Kaltim pada September 2025 tercatat sebesar 0,310.
Kepala BPS Kaltim, Mas’ud Rifai, menyebut angka tersebut turun 0,002 poin dibandingkan Maret 2025 yang berada di level 0,312.
Baca Juga: Korupsi Lahan Labkesda Bontang, Satriansyah Divonis 4 Tahun Penjara
“Turun 0,002 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2025 yang sebesar 0,312,” jelasnya.
Perbaikan juga terlihat dalam indikator ketimpangan versi Bank Dunia. Pada September 2025, persentase pengeluaran kelompok 40 persen terbawah tercatat 21,78 persen. Angka itu naik tipis dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 21,76 persen.
“Pada September 2025, persentase pengeluaran kelompok penduduk 40 persen terbawah adalah sebesar 21,78 persen, yang berarti masuk kategori ketimpangan rendah,” sebutnya.
Dalam klasifikasi Bank Dunia, ketimpangan dinilai rendah apabila proporsi pengeluaran kelompok 40 persen terbawah berada di atas 17 persen. Dengan capaian 21,78 persen, distribusi pengeluaran di Kaltim masih tergolong aman.
Baca Juga: Jembatan Sei Nibung Resmi Dibuka, Pangkas 140 Km dan 4 Jam Perjalanan ke Berau
Secara historis, sejak September 2020 hingga September 2025, Gini Ratio Kaltim mengalami fluktuasi. Meski sempat menunjukkan tren penurunan pada Maret 2023 hingga September 2024, angka terbaru kembali menurun dibandingkan Maret 2025.
“Sejak September 2020 hingga September 2025 Gini Ratio Kaltim mengalami fluktuasi. Namun, pada September 2025 kembali terjadi penurunan dibandingkan Maret 2025,” papar Mas’ud.
Secara teknis, nilai Rasio Gini berada pada rentang 0 hingga 1. Semakin mendekati angka 1, tingkat ketimpangan semakin tinggi.
Sebaliknya, nilai 0 mencerminkan pemerataan sempurna. Artinya, semakin mendekati nol, distribusi pengeluaran penduduk semakin merata. (*)
Editor : Ery Supriyadi