Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Target Naik 21,87 Persen, Realisasi Pendapatan Kaltim Justru Turun

Raden Roro Mira Budi Asih • Minggu, 1 Maret 2026 | 15:55 WIB

Kepala Kanwil DJPb Kaltim Edih Mulyadi.
Kepala Kanwil DJPb Kaltim Edih Mulyadi.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Awal 2026 menjadi periode yang menantang bagi kinerja penerimaan negara di Kalimantan Timur. Hingga Januari, realisasi pendapatan dan hibah di Benua Etam tercatat Rp1,59 triliun atau baru sekitar 3,6 persen dari pagu tahun 2026 senilai Rp43,878 triliun.

Angka tersebut mengalami kontraksi 4,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktor Jenderal Pajak dan Perbendaharaan (DJPb) Kaltim Edih Mulyadi menjelaskan, meski target pendapatan tahun ini meningkat, realisasi awal tahun masih menunjukkan tekanan.

Padahal, dari sisi pagu terjadi kenaikan cukup signifikan. Pada 2025, pagu penerimaan negara di Kaltim yaitu Rp36 triliun. Sementara pada 2026 naik menjadi Rp43,878 triliun atau meningkat 21,87 persen.

Dari sisi jenis pendapatan, penerimaan perpajakan hingga Januari 2026 terealisasi Rp1,38 triliun. Namun angka tersebut juga mengalami kontraksi 5,08 persen dibanding Januari 2025.

Penerimaan tersebut terdiri dari pajak penghasilan  (PPh), pajak pertambahan nilai (PPN), pajak bumi dan bangunan (PBB), pajak lainnya, serta cukai.

Menariknya, kinerja cukai justru melonjak tajam. Jika pada Januari 2025 realisasinya hanya Rp0,05 triliun, maka pada Januari 2026 sudah mencapai Rp0,13 triliun.

“Untuk cukai dapat saya sampaikan di tahun 2025 yang lalu itu sampai Januari itu hanya direalisasikan 0,05 triliun. Sementara di Januari tahun 2026 ini sampai Januari saja sudah 0,13 triliun. Jadi ada kenaikan yang sangat besar mencapai 169,81 persen dibanding periode yang sama,” beber Edih, Jumat (27/2).

Sementara itu, dari sisi penerimaan negara bukan pajak (PNBP), pagu penerimaan sepanjang 2026 di Kaltim ditetapkan Rp2,199 triliun. Hingga Januari, realisasinya Rp210 miliar atau 9,57 persen dari target tahunan. Dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, terjadi ekspansi 2,68 persen.

Data yang disampaikan DJPb Kaltim itu diambil per 10 Februari 2026 dan bersumber dari sistem Kementerian Keuangan. “Data ini mungkin terjadi lag. Data ini tidak real time. Jadi ada jeda waktu,” tegas Edih. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#apbd #Hibah #pendapatan #kaltim