Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Impor Kaltim Januari 2026 Tembus USD637,64 Juta, Didominasi Minyak Mentah

Raden Roro Mira Budi Asih • Jumat, 6 Maret 2026 | 16:41 WIB

PENINGKATAN: Impor Kaltim menunjukkan peningkatan awal tahun. BPS mencatat ada kenaikan 5,62 persen mencapai USD637,64 juta.
PENINGKATAN: Impor Kaltim menunjukkan peningkatan awal tahun. BPS mencatat ada kenaikan 5,62 persen mencapai USD637,64 juta.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Aktivitas perdagangan internasional Kalimantan Timur dari sisi impor masih menunjukkan peningkatan pada awal tahun. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor pada Januari 2026 mencapai USD637,64 juta.

Dijelaskan Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai, nilai tersebut meningkat 5,62 persen dibandingkan Desember 2025 yang tercatat USD603,73 juta. Kenaikan impor terutama didorong oleh lonjakan pada komoditas migas.

“Peningkatan nilai impor disebabkan karena naiknya nilai impor migas 10,76 persen, meskipun nilai impor nonmigas turun 29,96 persen,” ujarnya.

Secara rinci, impor migas pada Januari 2026 mencapai USD584,22 juta. Angka itu lebih tinggi dibandingkan Desember 2025 yang berada di level USD527,46 juta. Dengan nilai tersebut, migas menyumbang sekitar 91,62 persen dari total impor Kaltim.

Sebaliknya, impor nonmigas mengalami penurunan cukup dalam. Nilainya tercatat USD53,42 juta, turun dibandingkan Desember 2025 yang mencapai USD76,27 juta. Penurunan tersebut membuat porsi impor nonmigas hanya sekitar 8,38 persen dari total impor.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, lonjakan impor Kaltim bahkan jauh lebih signifikan. Pada Januari 2025 total impor tercatat USD390,48 juta. Mas’ud mengatakan, kenaikan tersebut hampir sepenuhnya dipicu oleh peningkatan impor sektor migas.

“Jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun lalu, nilai impor Januari 2026 mengalami peningkatan sebesar 63,30 persen,” jelasnya.

Menurut dia, kenaikan tajam itu disebabkan oleh meningkatnya impor migas hingga 109,35 persen secara tahunan. Di sisi lain, impor nonmigas justru mengalami penurunan cukup dalam yakni 52,06 persen.

Bila ditelusuri lebih detail, lonjakan impor migas terutama berasal dari komoditas minyak mentah. Nilai impor minyak mentah pada Januari 2026 mencapai USD510,90 juta atau sekitar 80,12 persen dari total impor Kaltim.

Impor minyak mentah tercatat melonjak 157,32 persen dibandingkan Januari tahun lalu. Selain itu, secara bulanan juga meningkat 27,50 persen dibandingkan Desember 2025.

Sementara itu, dua komoditas migas lainnya justru mengalami penurunan. Impor hasil minyak pada Januari 2026 nilainya USD51,73 juta atau turun 50,32 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Secara tahunan, komoditas tersebut juga menurun 9,96 persen.

Adapun impor gas tercatat USD21,59 juta dengan kontribusi sekitar 3,39 persen terhadap total impor. “Nilai tersebut turun 4,55 persen dibandingkan Desember 2025 dan turun 6,37 persen dibandingkan Januari 2025,” tutupnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#perdagangan internasional #minyak mentah #impor #kaltim