KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Edukasi kesehatan di lingkungan sekolah menjadi salah satu strategi yang ditempuh Yakult Indonesia untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup bersih dan sehat.
Termasuk di Balikpapan, pihak Yakult mengembangkan berbagai program edukatif yang menyasar siswa sekolah dasar.
“Di sekolah-sekolah kami memberikan edukasi kepada adik-adik tentang pola hidup bersih dan sehat. Kami juga punya kegiatan Supogumi, yaitu bersih-bersih sambil belajar mengumpulkan sampah di lingkungan sekolah,” jelas SPV Direct Sales Yakult Balikpapan Rois Saputra.
Dirinya mengatakan, pihaknya aktif memberikan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya kebersihan dan kesehatan melalui kegiatan sosialisasi langsung di sekolah.
Program tersebut telah dijalankan di sejumlah sekolah di Balikpapan. Menurut Rois, kegiatan edukatif seperti ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan siswa.
Ia menilai pendekatan edukasi langsung menjadi strategi efektif dalam memperluas literasi kesehatan masyarakat. Selain berdampak sosial, program ini juga berkontribusi terhadap pertumbuhan industri minuman kesehatan yang semakin kompetitif di tengah perubahan preferensi konsumen.
Di sisi lain, Yakult juga terus melakukan inovasi produk untuk menyesuaikan diri dengan tren konsumsi masyarakat yang semakin beragam.
Rois menyebut selain varian original, kini tersedia Yakult less sugar dengan kandungan gula dan kalori lebih rendah namun tetap memiliki manfaat yang sama dalam membantu memperbaiki sistem pencernaan dan meningkatkan daya tahan tubuh.
“Kami menghadirkan Yakult less sugar dengan kandungan gula lebih rendah, tapi manfaatnya sama untuk membantu memperbaiki sistem pencernaan dan meningkatkan daya tahan tubuh,” ujarnya.
Tak hanya itu, Yakult juga menghadirkan varian rasa mangga yang diperkaya vitamin D sebagai respons terhadap permintaan konsumen yang lebih variatif. Rois mengungkapkan bahwa perusahaan masih menyiapkan inovasi produk baru yang direncanakan diluncurkan dalam waktu dekat.
“Insya Allah tahun ini kami juga akan merilis produk baru, namun saat ini masih menunggu informasi dari pusat,” katanya.
Rois menilai kombinasi strategi edukasi dan inovasi produk menjadi kunci dalam menjaga pertumbuhan bisnis di tengah persaingan industri minuman kesehatan.
Ia optimistis pendekatan tersebut akan memperkuat posisi Yakult di pasar Kalimantan Timur sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo