KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Realisasi investasi Balikpapan sepanjang 2025 mencatatkan capaian luar biasa. Dari target yang ditetapkan pemerintah pusat sebesar Rp 22 triliun, pemerintah daerah berhasil mencapai Rp 27 triliun atau surplus sekitar Rp 5 triliun.
Capaian tersebut menegaskan posisi Balikpapan sebagai salah satu motor penggerak ekonomi di Kaltim, terutama di sektor industri energi dan logistik.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Balikpapan Hasbullah Helmi mengatakan, kontribusi investasi terbesar tahun lalu berasal dari sektor industri pengolahan, khususnya proyek refinery development master plan (RDMP) atau perluasan kilang minyak milik Pertamina.
“Kalau dari sisi investasi, target kita Rp 22 triliun untuk 2025. Alhamdulillah tercapai Rp 27 triliun, kelebihan. Nah itu yang terbesar masih dari sektor pengolahan bahan kimia, itu ada RDMP Pertamina,” jelas Helmi, akhir pekan lalu.
Selain sektor pengolahan, sektor transportasi juga menjadi penyumbang signifikan terhadap struktur investasi daerah. Kondisi ini menunjukkan Balikpapan masih menjadi pusat kegiatan industri dan distribusi energi di Bumi Etam, sekaligus simpul logistik yang strategis di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Hasbullah menyebutkan, tingginya realisasi investasi turut berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah. Ia mengungkapkan pada pertengahan 2025 lalu pertumbuhan ekonomi Balikpapan telah menembus angka di atas 5 persen.
“Itu menyumbang pertumbuhan ekonomi di pertengahan 2025, pertumbuhan ekonomi kita mencapai 5 persen lebih. Jadi tinggi lah, lumayan alhamdulillah,” katanya.
Meski proyek RDMP telah rampung, pemerintah daerah tetap optimistis arus investasi akan terus berlanjut.
Menurut Hasbullah, dinamika investasi berjalan secara siklus, di mana proyek yang selesai akan digantikan oleh proyek baru yang bermunculan. “Ada yang sudah selesai, ya ada lagi yang baru. Yang namanya usaha itu kan berjalan terus, berkembang terus,” ujarnya.
Ke depan, pemerintah daerah harus bekerja keras memperkuat promosi investasi sekaligus menjaga iklim usaha tetap kondusif.
Stabilitas keamanan, kepastian hukum dan kesiapan infrastruktur dinilai menjadi faktor penting untuk mempertahankan momentum investasi, sekaligus menjawab tantangan pasca rampungnya RDMP. "Tahun 2026 ini untuk investasi kita memang harus kerja keras," pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo