BALIKPAPAN - Kinerja angkutan laut luar negeri di Balikpapan menunjukkan tekanan kuat pada awal 2026. Data mencatat jumlah kunjungan kapal luar negeri di Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau hanya mencapai 5 unit pada Januari 2026.
Angka ini turun 68,75 persen dibandingkan Desember 2025 dan merosot tajam 85,29 persen dibandingkan Januari 2025. Kemudian, penurunan drastis juga terlihat dari kapasitas kapal.
Berdasarkan GRT, total hanya mencapai 18.642 GRT atau turun 95,66 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 98,56 persen secara tahunan. Adapun untuk LOA, total tercatat 394 LOA, turun 86,67 persen dibanding Desember dan 94,54 persen dibandingkan Januari tahun lalu.
Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama menilai bahwa kondisi ini mencerminkan pelemahan aktivitas perdagangan internasional yang tercermin di sektor pelabuhan.
“Penurunan yang sangat dalam pada kunjungan kapal luar negeri menunjukkan adanya perlambatan aktivitas ekspor dan impor, atau perubahan rute distribusi internasional,” jelasnya.
Menurutnya, faktor global juga tidak bisa diabaikan dalam melihat tren ini. “Kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian turut memengaruhi frekuensi kunjungan kapal internasional ke pelabuhan kita,” timpalnya.
Penurunan ini menjadi sinyal penting bagi sektor perdagangan dan logistik. Minimnya aktivitas kapal luar negeri dapat berdampak pada volume ekspor-impor, serta menekan aktivitas ekonomi yang bergantung pada perdagangan internasional.
Meski demikian, peluang pemulihan tetap terbuka. Marinda menekankan pentingnya peningkatan daya saing pelabuhan dan efisiensi layanan. Marinda berujar, perlu ada upaya untuk meningkatkan daya tarik pelabuhan agar tetap kompetitif dalam jaringan logistik global.
"Dengan kondisi ini, pelaku usaha di sektor ekspor-impor diharapkan dapat beradaptasi dengan perubahan dinamika perdagangan global yang semakin kompleks," tuturnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo