Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Industri Hulu Migas di Kaltim Buka Akses Kerja bagi Masyarakat Lokal

Ulil Mu'Awanah • Jumat, 27 Maret 2026 | 19:46 WIB

STRATEGI: Keterlibatan tenaga kerja lokal di sektor hulu migas terus meningkat seiring perubahan strategi rekrutmen perusahaan migas.
STRATEGI: Keterlibatan tenaga kerja lokal di sektor hulu migas terus meningkat seiring perubahan strategi rekrutmen perusahaan migas.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Kehadiran industri minyak dan gas bumi tidak hanya berperan sebagai penggerak ekonomi nasional, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, keterlibatan tenaga kerja lokal di sektor ini terus meningkat seiring dengan perubahan strategi rekrutmen perusahaan migas.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Kalimantan-Sulawesi, Azhari Idris, menjelaskan bahwa industri migas kini tidak lagi sepenuhnya bergantung pada tenaga kerja dari luar daerah.

“Peluang kerja itu terbuka, mulai dari pekerjaan di lapangan hingga konstruksi di daerah operasi. Sekarang kita dorong agar masyarakat sekitar bisa ikut terlibat,” tuturnya.

Ia mengungkapkan bahwa sebelum 2012, sebagian besar tenaga kerja terampil masih didatangkan dari luar Kalimantan, terutama dari Pulau Jawa. Namun, setelah adanya evaluasi kebutuhan industri, perusahaan mulai beralih pada penguatan kapasitas masyarakat lokal.

Upaya ini dilakukan melalui berbagai program pelatihan dan peningkatan kompetensi dasar agar masyarakat mampu bersaing dalam proses seleksi tenaga kerja.

Kolaborasi dengan pemerintah daerah hingga tingkat kelurahan juga dilakukan untuk memastikan rekrutmen berjalan lebih inklusif. “Sekarang untuk tenaga terdepan, kita prioritaskan dari masyarakat sekitar daerah operasi,” jelasnya.

Selain itu, peluang kerja tidak hanya terbatas pada sektor inti migas, tetapi juga merambah sektor pendukung seperti jasa konstruksi dan layanan teknis lainnya. Hal ini menciptakan efek berantai terhadap perekonomian lokal, termasuk peningkatan pendapatan masyarakat.

"Dengan strategi tersebut, industri migas diharapkan tidak hanya menjadi sektor eksklusif, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitarnya, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja," kata Azhari.

Tingginya standar industri minyak dan gas bumi mendorong perusahaan untuk tidak hanya fokus pada produksi energi, tetapi juga berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia di daerah operasional.

Pendidikan dan pelatihan menjadi faktor kunci inilah agar masyarakat lokal dapat terlibat lebih jauh dalam industri. Ia menyebutkan bahwa peningkatan kualitas SDM menjadi prioritas utama sejak satu dekade terakhir.

“Salah satu yang diperlukan adalah pendidikan dan edukasi terkait industri migas. Kita ingin masyarakat sekitar punya kemampuan untuk bersaing,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa berbagai program telah dijalankan, mulai dari pelatihan teknis hingga pemberian beasiswa bagi masyarakat di wilayah ring satu dan ring dua. Program ini bertujuan membuka akses pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri.

Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah pelatihan khusus di bidang teknis seperti pengelasan industri, yang membutuhkan biaya besar namun memiliki peluang kerja tinggi. Dalam satu program, investasi pelatihan per orang bahkan mencapai ratusan juta rupiah.

“Biayanya memang mahal, tapi setelah selesai mereka bisa langsung bekerja di industri,” ujarnya. Selain itu, perusahaan juga membangun pusat pelatihan di beberapa wilayah seperti Samboja untuk mendekatkan akses pendidikan vokasi kepada masyarakat. Fasilitas ini kini telah diserahkan kepada pemerintah untuk dikelola lebih lanjut.

Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan kemandirian tenaga kerja lokal sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja dari luar daerah.

"Dengan pendekatan berbasis pendidikan, industri migas tidak hanya menghasilkan energi, tetapi juga menciptakan sumber daya manusia unggul yang dapat berkontribusi bagi pembangunan daerah," ucapnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#tenaga kerja lokal #industri hulu migas #Rekrutmen Tenaga Kerja #Perusahaan Migas