KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Keberhasilan program pembangunan anak tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga non-pemerintah menjadi faktor penentu agar program benar-benar berdampak dan berkelanjutan.
Hal ini ditegaskan Tanoto Foundation dalam keterlibatannya mendukung program anak di Balikpapan. Regional Lead Kalimantan Tanoto Foundation, Roselina Ping Juan, menilai dukungan pemerintah daerah menjadi fondasi utama keberhasilan program.
“Kalau kami sebagai mitra tidak mendapatkan dukungan dari pemerintah kota, program yang dibangun bisa saja berjalan, tapi tidak akan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, Balikpapan menjadi salah satu contoh daerah dengan komitmen kuat terhadap isu anak. Hal ini terlihat dari keterlibatan aktif organisasi perangkat daerah (OPD) serta integrasi program dalam dokumen perencanaan pembangunan.
Kolaborasi yang terbangun pun tidak sekadar formalitas. Diskusi intensif dilakukan untuk merancang program yang sesuai dengan kebutuhan daerah, sekaligus menghindari tumpang tindih dengan program yang sudah ada.
Dari proses tersebut, Tanoto Foundation mampu mengidentifikasi sejumlah celah program, khususnya pada klaster layanan interaktif dan pengasuhan anak.
“Kami melihat ada gap di beberapa klaster, seperti layanan interaktif dan pengasuhan. Di situlah kami masuk dengan pengalaman yang kami miliki,” jelas Ping.
Pendekatan kolaboratif ini dinilai membuat program lebih tepat sasaran sekaligus membuka ruang inovasi dalam layanan anak.
Ke depan, Tanoto Foundation berharap pola kemitraan seperti ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan program pembangunan anak yang terintegrasi.
“Yang terpenting adalah bagaimana semua pihak bergerak bersama untuk kepentingan terbaik anak,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo