KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Layanan konseling gratis Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) di Balikpapan semakin diminati masyarakat. Peningkatan ini seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan mental dan pengasuhan anak.
Program ini juga mendapat dukungan dari Tanoto Foundation sebagai bagian dari upaya memperkuat Balikpapan sebagai Kota Ramah Anak.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP3AKB Balikpapan, Nursyamsiarni D Larose, menyebut meningkatnya kunjungan ke Puspaga menjadi indikator positif.
“Sekarang masyarakat sudah mulai tahu, kalau ada masalah bisa datang ke Puspaga. Konseling di sini gratis, berbeda dengan layanan swasta yang tentu ada biaya,” ujarnya.
Menurutnya, DP3AKB membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat. Tidak hanya layanan konseling individu, Puspaga juga menyediakan narasumber untuk kegiatan sekolah maupun organisasi yang membutuhkan edukasi pengasuhan dan psikologi keluarga.
“Silakan kalau sekolah atau organisasi butuh narasumber, bisa bersurat ke kami. Kami sangat terbuka,” tambahnya.
Layanan Puspaga didukung tenaga profesional, yakni psikolog klinis yang direkrut melalui mekanisme pengadaan. Saat ini, terdapat tiga psikolog klinis yang menangani layanan tersebut.
Untuk mempermudah akses, DP3AKB juga telah menyediakan sistem pendaftaran berbasis aplikasi. Masyarakat kini dapat mengakses layanan tanpa harus datang langsung.
“Sekarang pendaftaran sudah bisa lewat aplikasi, jadi lebih mudah dan tidak manual lagi,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya mengakui masih terdapat sejumlah keterbatasan, terutama dari sisi jumlah sumber daya manusia serta jangkauan layanan yang belum merata di seluruh wilayah kota.
Dengan meningkatnya minat masyarakat, kondisi ini menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk memperluas layanan, baik dari sisi kapasitas tenaga maupun penambahan titik layanan.
“Ini menjadi PR kami bagaimana menambah titik layanan dan SDM agar kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo