KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Di tengah kekhawatiran terhadap konflik di kawasan Timur Tengah dan jalur penerbangan transit, travel umrah mulai mengatur strategi agar perjalanan jemaah tetap aman. Salah satunya dengan mengutamakan penerbangan langsung tanpa transit.
Seperti yang dilakukan PT Amanah Mabrur Sakinah (AMSA Tour & Travel) sejak awal, memang mengandalkan penerbangan direct untuk mayoritas keberangkatan jemaah.
Menurut Anis Herawati selaku direktur, langkah itu terbukti efektif menjaga kelancaran perjalanan, terutama saat muncul isu konflik yang berdampak pada bandara transit seperti Abu Dhabi.
Dari seluruh jadwal yang dimiliki, hanya satu paket yang terdampak, yakni umrah plus Dubai. Namun, keputusan penundaan sudah dilakukan jauh sebelum situasi memanas.
Baca Juga: Hasil Akhir Persiba vs Persipura 0-1: Beruang Madu Tumbang Dramatis di Pengujung Laga
“Sebulan sebelumnya, sebelum ada perang itu, maksudnya tuh ya kok pas kebetulan mungkin ada feeling. Jadi jadwalnya yang harusnya akhir Maret kemarin mundur ke November, jemaah juga tidak keberatan,” ungkapnya, Kamis (3/4).
Selain paket Dubai, AMSA juga memiliki paket umrah plus Turki dan Aqsa. Untuk Turki, perjalanan tetap berjalan normal, sementara Aqsa masih menyesuaikan kondisi. “Turki sudah aman dan diberangkatkan,” tuturnya.
Dia menambahkan, untuk paket Aqsa, saat ini belum ada jemaah yang terdaftar sehingga tidak menimbulkan tanggungan. Meski sempat muncul kekhawatiran dari jemaah, kondisi tersebut dapat diatasi dengan penjelasan terkait rute penerbangan yang digunakan. Namun, keberangkatan tetap berjalan lancar, termasuk rombongan yang berangkat pada Maret lalu. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo