KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Tren investasi emas di Balikpapan mulai bergeser ke arah digital. Layanan cetak emas berbasis aplikasi Tring! dari Pegadaian kini semakin diminati masyarakat.
Kemudahan akses menjadi faktor utama. Nasabah tidak lagi harus datang berkali-kali ke outlet hanya untuk mencetak emas fisik. Seluruh proses dapat dimulai secara digital melalui aplikasi.
Pimpinan Cabang Manggar Balikpapan Robby Chandra Hadiwiyanto menjelaskan, aplikasi Tring! memberikan fleksibilitas tinggi bagi nasabah, terutama yang memiliki mobilitas tinggi.
“Misalnya nasabah pindah kerja ke Samarinda atau wilayah lain, cukup buka aplikasi, pilih cabang Pegadaian terdekat, langsung muncul di peta. Jadi sangat fleksibel,” ujarnya.
Baca Juga: Penjualan Rumah di Balikpapan Anjlok 42 Persen, Segmen Atas Justru Melonjak
Proses pengambilan emas pun terbilang sederhana. Nasabah hanya perlu menunjukkan bukti transaksi dari aplikasi serta membawa KTP asli saat datang ke outlet tujuan.
Tak hanya itu, sistem aplikasi juga menyediakan notifikasi jadwal pengambilan. Hal ini memudahkan nasabah dalam mengatur waktu tanpa harus menunggu lama.
Menurut Robby, kemudahan layanan ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi generasi muda yang akrab dengan teknologi digital.
Selain itu, layanan ini juga menjawab kebutuhan masyarakat perkotaan yang menuntut kecepatan dan efisiensi dalam bertransaksi.
Baca Juga: Harga Rumah di Balikpapan Melambat, Daya Beli Masyarakat Belum Pulih
“Teknologi membuat layanan semakin dekat dengan masyarakat. Semua proses sudah terintegrasi, jadi tidak perlu lagi bingung soal administrasi maupun lokasi,” katanya.
Ia menilai, digitalisasi layanan emas tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga memperluas jangkauan pasar Pegadaian.
Dengan akses yang semakin mudah, masyarakat yang sebelumnya ragu untuk berinvestasi kini mulai tertarik mencoba instrumen emas.
Pegadaian pun optimistis layanan berbasis aplikasi seperti Tring! akan menjadi pendorong utama pertumbuhan bisnis emas ke depan, seiring meningkatnya literasi digital dan kesadaran investasi jangka panjang. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo