KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Balikpapan resmi memiliki nahkoda baru. Ini setelah Noval Asfihani terpilih secara aklamasi untuk memimpin Kadin Balikpapan periode 2026-2031 dalam Musyawarah Kota (Muskot) ke-XII yang digelar di Royal Mahligai, Rabu (8/4).
Terpilihnya Noval membawa angin segar sekaligus tantangan untuk membawa pengusaha lokal tidak tercecer di tengah derasnya arus investasi yang mengalir ke Kota Beriman, terutama pasca ditetapkannya Kaltim sebagai lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN). Noval menegaskan komitmennya untuk menjadikan Kadin sebagai benteng bagi pelaku usaha daerah.
Ia tak ingin kemajuan ekonomi Balikpapan hanya dinikmati oleh pemain dari luar. “Intinya, bagaimana pengusaha lokal kita benar-benar bisa berkontribusi dan mengambil peran di Balikpapan. Jangan sampai kita hanya jadi penonton sementara orang luar yang berpesta,” tegas Noval dalam kegiatan yang mengangkat tema Memperkuat Kemandirian Ekonomi Lokal sebagai Pilar Strategi Gerbang IKN”.
Menurutnya, selama ini wacana penguatan pelaku usaha lokal sering terdengar sederhana, namun implementasinya membutuhkan strategi konkret. Salah satunya dengan memperkuat komunikasi antara Kadin dan asosiasi pelaku usaha yang lebih memahami kondisi lapangan. “Kita pasti akan lebih banyak berdiskusi, mengundang teman-teman asosiasi, karena mereka yang lebih tahu apa yang terjadi di dunia usaha,” katanya.
Ia menilai Kadin selama ini berada pada posisi yang terlalu global sehingga membutuhkan masukan yang lebih spesifik dari berbagai sektor. Dengan begitu, isu-isu riil di lapangan dapat dibawa ke pemerintah untuk dicarikan solusi bersama.
Selain itu, dinamika dalam musyawarah kota yang berlangsung dinilai sebagai bagian dari proses demokrasi organisasi yang sehat. Meskipun hanya ada calon tunggal, perbedaan pendapat tetap muncul dan menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan. “Kalau semuanya lempeng saja, itu justru kurang baik. Perbedaan pendapat itu wajar dan itu bentuk demokrasi,” tambahnya.
Ke depan, Kadin Balikpapan juga akan berperan sebagai jembatan antara pemerintah dan dunia usaha, terutama dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada pelaku lokal. "Langkah ini krusial agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati oleh investor besar, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi pengusaha daerah," ucapnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo