Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Bernapas Lega, Neraca Dagang Balikpapan Surplus USD 210 Juta

Ulil Mu'Awanah • Kamis, 16 April 2026 | 19:25 WIB
PEMULIHAN: Fluktuasi harga energi global dan kebutuhan impor bahan bakar menjadi faktor utama yang memengaruhi surplus neraca dagang di Balikpapan.
PEMULIHAN: Fluktuasi harga energi global dan kebutuhan impor bahan bakar menjadi faktor utama yang memengaruhi surplus neraca dagang di Balikpapan.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Sektor perdagangan luar negeri Balikpapan pada Februari 2026 kembali mencatatkan surplus. Kali ini sebesar USD 210,29 juta. Angka tersebut memperlihatkan tren pemulihan yang cukup stabil setelah pada Januari 2026 sempat mengalami defisit.

Jika ditarik ke belakang, capaian ini sejalan dengan pola yang terjadi pada awal 2025. Saat itu, Balikpapan juga mencatat surplus pada Januari dan Februari, masing-masing sebesar USD 98,06 juta dan USD 124,21 juta.

"Artinya, secara historis, awal tahun memang menjadi momentum penguatan perdagangan daerah," ucap Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama. Surplus Februari 2026 terutama ditopang oleh sektor nonmigas yang mencatatkan surplus sangat besar, yakni USD 383,91 juta.

Sementara itu, sektor migas masih menjadi penekan dengan defisit sebesar USD 173,63 juta. Marinda menilai struktur ini menunjukkan ketergantungan yang mulai bergeser. “Nonmigas menjadi penopang utama neraca dagang. Ini sinyal baik karena ekonomi tidak lagi sepenuhnya bergantung pada migas,” ujarnya.

Baca Juga: Sanksi Telat Lapor Dihapus sampai Akhir April, Kanwil DJP Kaltimtara Lembur di Hari Libur demi Wajib Pajak

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa defisit pada sektor migas masih perlu menjadi perhatian serius. Menurutnya, fluktuasi harga energi global dan kebutuhan impor bahan bakar menjadi faktor utama yang memengaruhi kinerja sektor tersebut.

Secara keseluruhan, nilai ekspor Balikpapan pada Februari 2026 mencapai USD 536,31 juta, sementara impor berada di angka USD 326,02 juta. Selisih ini menjadi dasar terbentuknya surplus neraca perdagangan.

Dia menambahkan, ke depan pemerintah daerah perlu memperkuat sektor industri pengolahan agar nilai tambah ekspor semakin tinggi. “Kalau hanya mengandalkan komoditas mentah, kita rentan terhadap gejolak harga global. Hilirisasi menjadi kunci,” katanya.

Dengan capaian ini, Balikpapan dinilai memiliki peluang besar untuk menjaga tren positif hingga pertengahan tahun, selama stabilitas global tetap terjaga dan permintaan ekspor tidak mengalami penurunan signifikan. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Ekspor Nonmigas Balikpapan #surplus perdagangan #ekonomi Balikpapan #neraca dagang balikpapan #BPS Balikpapan