Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Daftar Harga Baru Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg di Seluruh Provinsi Indonesia Imbas Konflik Timur Tengah

Dwi Puspitarini • Minggu, 19 April 2026 | 18:25 WIB
Petugas sedang menata tabung Elpiji Bright Gas 12 kg dan 5,5 kg di agen resmi Pertamina untuk distribusi ke masyarakat pasca penyesuaian harga April 2026. (Dok. Pertamina)
Petugas sedang menata tabung Elpiji Bright Gas 12 kg di agen resmi Pertamina untuk distribusi ke masyarakat pasca penyesuaian harga April 2026. (Dok. Pertamina)

 

KALTIMPOST.ID, Pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan LPG nonsubsidi mulai 18 April 2026.

Kenaikan ini langsung berdampak pada sejumlah produk seperti Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, hingga LPG Bright Gas ukuran 5,5 kg dan 12 kg.

Kebijakan ini menjadi sorotan karena terjadi di tengah lonjakan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.

Baca Juga: Harga Beras Naik di 83 Daerah, Bapanas Minta Percepat Distribusi Bulog

Berdasarkan data dari Pertamina Patra Niaga, harga BBM nonsubsidi kini berada di kisaran:

           Pertamax Turbo: Rp 19.400 – Rp 20.250 per liter

           Dexlite: Rp 23.600 – Rp 24.650 per liter

           Pertamina Dex: Rp 22.700 – Rp 24.950 per liter

Kenaikan ini dipicu naiknya harga minyak mentah global. Tercatat, Indonesian Crude Price (ICP) Maret 2026 mencapai US$102,26 per barel, melonjak signifikan dibanding bulan sebelumnya.

Daftar Harga Elpiji 12 Kg dan 5,5 Kg di Berbagai Daerah

Wilayah

Harga 12 Kg

Harga 5,5 Kg

Aceh & Sumut

Rp 230.000

Rp 110.000

DKI Jakarta & Banten

Rp 228.000

Rp 107.000

Jawa Tengah & Jatim

Rp 228.000

Rp 107.000

Kalimantan Timur

Rp 238.000

Rp 114.000

Sulawesi Selatan

Rp 230.000

Rp 111.000

Maluku & Papua

Rp 285.000

Rp 134.000

FTZ Batam

Rp 208.000

Rp 100.000

Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Hari Ini 18 April 2026 Turun, Raja Emas dan Lakuemas Sama-sama Melemah

Pertamina menjelaskan bahwa perbedaan harga dipengaruhi oleh biaya distribusi. “Harga jual ex-agen (Rp/ tabung) untuk refill berlaku untuk wilayah dengan radius 60 km dari SPBE. Dimana untuk harga jual di lokasi di luar radius 60 km ditambah dengan biaya distribusi dengan tarif yang wajar,” tulis Pertamina dalam laman resminya.

Kenaikan harga energi ini tak lepas dari situasi global. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran menyebabkan terganggunya pasokan energi dunia.

Salah satu faktor krusial adalah terhambatnya jalur distribusi melalui Selat Hormuz, yang menyumbang sekitar 20 persen pasokan minyak global.

Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini 18 April 2026 Turun Serentak, Antam Anjlok Paling Dalam

Selain itu, serangan terhadap fasilitas energi di Timur Tengah turut memperparah kondisi pasokan dan mendorong harga minyak naik tajam.

Penyesuaian harga LPG ini menjadi yang pertama sejak 2023. Sebelumnya, harga LPG 12 kg sempat diturunkan menjadi Rp 192.000 per tabung.

Kini, kenaikan mencapai sekitar 18–19 persen, mengikuti tren harga energi global yang terus meningkat. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#Harga Elpiji 12 kg terbaru #Harga Pertamax Turbo April 2026 #Kenaikan Harga BBM Pertamina #harga LPG 2026 #pertamina patra niaga