Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Arus Masuk ke Balikpapan Anjlok 25 Persen! BPS Bongkar Fenomena Ketimpangan Penumpang, Sinyal Ekonomi Lokal Melambat?

Ulil Mu'Awanah • Selasa, 21 April 2026 | 19:06 WIB
Penumpang berjalan menuju terminal keberangkatan di Bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan, saat arus balik Lebaran 2026 masih tinggi. (ANGGI PRADITHA/KALTIM POST)
Penumpang berjalan menuju terminal keberangkatan di Bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan, saat arus balik Lebaran 2026 masih tinggi. (ANGGI PRADITHA/KALTIM POST)

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Dinamika ekonomi di Kota Minyak tengah menunjukkan fenomena menarik sekaligus perlu dicermati. Data terbaru angkutan udara per Februari 2026 mengungkapkan adanya ketimpangan yang cukup signifikan antara arus penumpang yang datang dan berangkat melalui pintu udara Balikpapan.

Secara domestik, Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama menyebut, jumlah penumpang datang masih lebih tinggi dibandingkan yang berangkat, yakni 166.476 orang berbanding 136.136 orang. Namun, penurunan pada sisi kedatangan justru lebih dalam, mencapai 25,37 persen dibandingkan Januari 2026.

Ia berujar, kondisi ini menunjukkan adanya perlambatan arus masuk ke kota, baik untuk keperluan bisnis maupun kunjungan lainnya. “Ketika jumlah penumpang datang turun lebih tajam dibandingkan yang berangkat, ini bisa mengindikasikan berkurangnya aktivitas ekonomi yang menarik orang untuk datang ke Balikpapan,” tuturnya.

Baca Juga: Pintu Internasional Balikpapan Lesu! Penumpang Luar Negeri di Bandara Sepinggan Anjlok 21 Persen, Alarm bagi Investasi IKN?

Sementara itu, pada penerbangan internasional, komposisi antara datang dan berangkat relatif seimbang, meski keduanya mengalami penurunan. Hal ini menunjukkan bahwa mobilitas global masih belum pulih sepenuhnya.

Marinda menambahkan, pola ini juga bisa berkaitan dengan perubahan perilaku masyarakat dan pelaku usaha. “Saat kondisi ekonomi penuh ketidakpastian, pelaku usaha cenderung mengurangi perjalanan bisnis, sementara masyarakat menahan perjalanan konsumtif,” jelasnya.

Fenomena ini turut berdampak pada sektor pendukung seperti transportasi darat dan logistik. Penurunan arus penumpang datang berpotensi mengurangi permintaan terhadap layanan tersebut.

Baca Juga: Ekonomi Kelas Menengah Ngerem? Penumpang di Bandara SAMS Sepinggan Anjlok 22 Persen, Okupansi Hotel di Balikpapan Ikut Lesu

Namun demikian, Marinda menegaskan bahwa Balikpapan masih memiliki fundamental ekonomi yang kuat. “Kita tetap optimistis, terutama dengan adanya proyek strategis nasional seperti IKN. Yang penting adalah menjaga momentum dan memastikan konektivitas tetap terjaga,” katanya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Ekonomi Balikpapan 2026 #Arus Penumpang Pesawat #Bisnis Kalimantan Timur #bandara sams sepinggan #BPS Balikpapan