Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Cicil Emas Jadi Tren Baru, BSI Soekarno-Hatta Ungkap Gen Z Balikpapan Mulai Sadar Investasi Jangka Panjang

Ulil Mu'Awanah • Jumat, 24 April 2026 | 20:26 WIB
PRODUKTIF: Pawning Sales Officer BSI KCP Soekarno-Hatta, Alfred, mengungkapkan adanya perubahan perilaku finansial yang cukup signifikan pada generasi muda Balikpapan. ANGGI/KP
PRODUKTIF: Pawning Sales Officer BSI KCP Soekarno-Hatta, Alfred, mengungkapkan adanya perubahan perilaku finansial yang cukup signifikan pada generasi muda Balikpapan. ANGGI/KP

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Ada fenomena menarik yang tengah melanda anak muda di Kota Minyak. Di tengah gempuran tren gaya hidup konsumtif, generasi milenial dan Gen Z Balikpapan justru mulai menunjukkan sisi "pelit" yang positif: mereka kini lebih memilih mencicil emas daripada mencicil kendaraan bermotor.

Pawning Sales Officer BSI KCP Soekarno-Hatta, Alfred, mengungkapkan bahwa terjadi perubahan perilaku finansial yang cukup signifikan. Anak muda zaman sekarang dinilai lebih sadar akan nilai aset masa depan dibanding sekadar kepemilikan barang yang nilainya terus turun.

“Anak muda sekarang sudah mulai berpikir logis. Kalau beli motor, nilainya pasti turun (depresiasi). Tapi kalau beli emas, apalagi dicicil, dalam beberapa tahun ke depan nilainya justru berpotensi naik tajam,” ungkap Alfred.

Tren ini didukung oleh kemudahan akses yang ditawarkan perbankan syariah. Melalui produk Cicil Emas, investasi logam mulia tidak lagi menjadi hal eksklusif bagi kalangan mapan. Dengan nominal yang terjangkau dan sistem angsuran tetap, para pekerja muda bisa mulai membangun portofolio investasi mereka sejak dini.

Baca Juga: Ogah Rugi Beli Barang Depresiasi, Milenial dan Gen Z Balikpapan Kini Lebih Doyan 'Borong' Emas!

Selain cicilan, fitur Tabungan Emas juga menjadi primadona. Nasabah bisa mengumpulkan saldo emas secara bertahap sesuai kemampuan kantong mereka. Menariknya, emas tersebut bisa dicetak menjadi bentuk fisik setelah mencapai berat minimal 2 gram dengan biaya cetak yang transparan.

“Adanya bentuk fisik ini yang membuat masyarakat, terutama anak muda, semakin tertarik. Ada rasa aman karena asetnya bisa dipegang langsung,” jelasnya.

Saat ini, tercatat ada sekitar 1.400 nasabah aktif di BSI KCP Soekarno-Hatta yang memanfaatkan produk emas. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa literasi keuangan di Balikpapan terus meningkat.

Bagi mereka, investasi bukan lagi sekadar pilihan atau gaya-gayaan, melainkan sebuah kebutuhan untuk menjamin keamanan finansial di masa depan. "Investasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan," tegas Alfred. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Investasi Emas Balikpapan #BSI KCP Soekarno-Hatta #Cicil Emas BSI #Tabungan Emas Digital #gaya hidup gen z