Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Harga Pangan Mulai Turun, Balikpapan Alami Deflasi Tipis pada April 2026

Ulil Mu'Awanah • Jumat, 8 Mei 2026 | 18:07 WIB
DIPANTAU: Komoditas seperti daging ayam ras, ikan layang, cabai rawit, jeruk, hingga ketimun memberikan sumbangan besar terhadap penurunan inflasi di Balikpapan.
DIPANTAU: Komoditas seperti daging ayam ras, ikan layang, cabai rawit, jeruk, hingga ketimun memberikan sumbangan besar terhadap penurunan inflasi di Balikpapan.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Setelah beberapa bulan menghadapi tekanan harga pangan, Kota Balikpapan akhirnya mengalami deflasi tipis sebesar 0,05 persen pada April 2026. Penurunan harga sejumlah komoditas utama menjadi penyebab utama terjadinya deflasi bulanan.

Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan mencatat komoditas seperti daging ayam ras, ikan layang, cabai rawit, jeruk, hingga ketimun memberikan sumbangan besar terhadap penurunan inflasi.

Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi mulai stabilnya distribusi pangan dan membaiknya pasokan.

“Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi month-to-month pada April antara lain daging ayam ras, ikan layang, cabai rawit, emas perhiasan, bahan bakar rumah tangga, jeruk, dan angkutan udara,” bebernya.

Baca Juga: Hasil Persekat vs Persiba Balikpapan 1-2 : Beruang Madu Kirim Tuan Rumah ke Liga 3!

Menurut dia, penurunan harga cabai rawit cukup terasa di pasar tradisional. Sebelumnya, harga cabai sempat melonjak akibat terbatasnya pasokan dari daerah penghasil. Kini distribusi mulai lancar sehingga harga perlahan turun.

Pedagang di Pasar Klandasan mengaku harga cabai dan ayam memang mulai turun dibanding bulan sebelumnya. Meski demikian, permintaan masyarakat masih fluktuatif.

Selain faktor pasokan, kondisi cuaca yang lebih baik juga membantu menjaga produksi pertanian dan distribusi logistik. Deflasi juga terjadi akibat turunnya harga emas perhiasan. Penurunan harga emas dipengaruhi kondisi pasar global dan penyesuaian harga di tingkat pedagang.

Namun BPS mengingatkan bahwa tidak semua harga mengalami penurunan. Beberapa komoditas masih memberikan tekanan inflasi, seperti tomat, minyak goreng, semangka, bawang merah, hingga bensin.

Baca Juga: DPRD Dorong Pertamina hingga Bandara Turunkan Biaya, Tiket Pesawat Diminta Lebih Terjangkau

Membuat dinamika harga pangan masih cukup sensitif terhadap distribusi dan pasokan. Dalam konteks Balikpapan, deflasi lebih dipengaruhi koreksi harga komoditas tertentu setelah sebelumnya mengalami kenaikan tinggi.

“Deflasi kali ini lebih bersifat penyesuaian harga. Jadi bukan berarti konsumsi masyarakat melemah drastis,” ujarnya.

Marinda berujar pemantauan harga pangan akan terus dilakukan, terutama menjelang momentum hari besar dan musim cuaca tertentu. “Komoditas pangan sangat cepat berubah. Karena itu perlu pengawasan rutin agar gejolak harga bisa diantisipasi,” katanya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Harga Pangan Balikpapan #deflasi Balikpapan 2026 #harga cabai turun #inflasi Balikpapan #BPS Balikpapan