KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Di tengah melandainya inflasi umum Balikpapan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya justru mencatat lonjakan tertinggi mencapai 11,05 persen secara year on year (yoy) pada April 2026.
Kelompok ini juga memberikan andil inflasi sebesar 0,69 persen, tertinggi kedua setelah transportasi. “Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi year-on-year sebesar 11,05 persen. Komoditas yang dominan antara lain emas perhiasan,” kata Marinda Dama, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan.
Dirinya menjelaskan kenaikan terjadi pada sejumlah komoditas dan layanan yang berkaitan dengan gaya hidup masyarakat perkotaan. Selain emas perhiasan, kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah jasa dan kebutuhan rumah tangga modern. Kondisi ini memperlihatkan perubahan pola konsumsi masyarakat Balikpapan.
Baca Juga: Harga Pangan Mulai Turun, Balikpapan Alami Deflasi Tipis pada April 2026
Pengeluaran masyarakat tidak lagi hanya terfokus pada kebutuhan primer, tetapi juga mulai bergerak ke sektor gaya hidup dan jasa. Balikpapan sebagai kota dengan aktivitas industri, migas, dan jasa yang tinggi memiliki kelompok masyarakat urban dengan tingkat konsumsi cukup besar.
Pelaku usaha perhiasan mengaku permintaan emas masih tinggi meski harga terus mengalami fluktuasi. Sebagian masyarakat membeli emas bukan hanya untuk perhiasan, tetapi juga sebagai instrumen investasi di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Selain emas, sektor jasa seperti perawatan tubuh, layanan rumah tangga, hingga kebutuhan penunjang gaya hidup juga mengalami kenaikan biaya. Pun kondisi tersebut menunjukkan adanya transformasi pola belanja masyarakat kota.
“Ketika ekonomi bergerak dan pendapatan masyarakat membaik, konsumsi jasa dan gaya hidup biasanya ikut meningkat. Ini terlihat dari inflasi tinggi pada kelompok perawatan pribadi,” ujarnya.
Baca Juga: Hasil Persekat vs Persiba Balikpapan 1-2 : Beruang Madu Kirim Tuan Rumah ke Liga 3!
Namun di sisi lain, kenaikan harga jasa pribadi juga menjadi tantangan bagi masyarakat kelas menengah. Biaya hidup perkotaan yang terus naik membuat sebagian warga harus mengatur ulang prioritas pengeluaran.
Marinda mengatakan inflasi di sektor jasa perlu dicermati karena berkaitan langsung dengan pola konsumsi masyarakat urban. “Perubahan perilaku konsumsi masyarakat ikut mempengaruhi struktur inflasi di Balikpapan. Ini menjadi bagian penting yang terus dipantau BPS,” tuturnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo