KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Realisasi investasi Balikpapan sepanjang 2025 mencatat capaian luar biasa. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Balikpapan, total investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 27,25 triliun.
Angka tersebut jauh melampaui target investasi Kota Balikpapan tahun 2025 sebesar Rp 4,08 triliun. Dengan capaian tersebut, realisasi investasi Balikpapan telah mencapai sekitar 668 persen dari target yang ditetapkan.
Kepala DPMPTSP Balikpapan Hasbullah Helmi mengatakan capaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Balikpapan masih menjadi daerah strategis bagi investor, baik domestik maupun mancanegara.
“Capaian investasi tahun 2025 merupakan hasil kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga dukungan iklim investasi yang terus kami perbaiki,” tuturnya.
Berdasarkan data DPMPTSP, realisasi investasi terbesar terjadi pada triwulan III atau periode Juli hingga September 2025 yang mencapai Rp 10,26 triliun. Pada periode tersebut, PMDN mendominasi dengan nilai Rp 9,54 triliun, sementara PMA mencapai Rp 726,90 miliar.
Sementara itu pada triwulan I, total investasi mencapai Rp 5,25 triliun, terdiri atas PMA sebesar Rp 2,12 triliun dan PMDN Rp 3,13 triliun. Kemudian pada triwulan II realisasi investasi tercatat Rp 4,30 triliun, dan triwulan IV sebesar Rp 7,42 triliun.
Secara keseluruhan, investasi PMDN masih menjadi penyumbang terbesar dengan total Rp 23,77 triliun dari 11.753 proyek. Sedangkan PMA mencapai Rp 3,47 triliun dari 1.578 proyek.
Hasbullah menyebut dominasi investasi dalam negeri menunjukkan pertumbuhan ekonomi lokal yang semakin kuat. Banyak pelaku usaha nasional melihat Balikpapan sebagai kota dengan prospek besar, terutama sebagai penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN).
Baca Juga: May Day dan Hegemoni Negara
“Balikpapan memiliki posisi strategis sebagai gerbang menuju IKN. Kondisi ini mendorong meningkatnya minat investor untuk mengembangkan usaha di berbagai sektor, mulai dari properti, perdagangan, jasa, logistik hingga industri pendukung,” ujarnya.
Selain nilai investasi, penyerapan tenaga kerja juga menjadi indikator penting dalam pertumbuhan ekonomi daerah. Sepanjang 2025, realisasi investasi di Balikpapan berhasil menyerap 11.746 tenaga kerja Indonesia dan 29 tenaga kerja asing.
Penyerapan tenaga kerja terbesar tercatat pada triwulan IV dengan total 3.414 pekerja, disusul triwulan I sebanyak 3.136 tenaga kerja.
Hasbullah menambahkan pemerintah daerah akan terus berupaya menjaga kemudahan perizinan dan kepastian investasi agar tren positif tersebut terus berlanjut pada tahun mendatang.
“Kami terus melakukan pembenahan pelayanan perizinan, percepatan proses administrasi serta pendampingan kepada investor. Harapannya, investasi yang masuk dapat semakin berkualitas dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” katanya.
Baca Juga: Rupiah Menangis! Tembus Rp17.529 per Dolar AS, Purbaya Tegaskan Itu Wewenang Bank Indonesia
Ia juga menilai pertumbuhan investasi yang tinggi akan berdampak pada peningkatan ekonomi daerah, pertumbuhan usaha baru, serta pembukaan lapangan kerja yang lebih luas.
“Investasi bukan hanya soal angka, tetapi bagaimana dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat. Karena itu kami ingin investasi yang masuk benar-benar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ucapnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo