KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Mesin dan peralatan mekanis masih menjadi tulang punggung impor nonmigas Kalimantan Timur pada awal 2026. Namun, pada Maret lalu, kelompok barang tersebut justru mengalami penurunan tajam di tengah melonjaknya impor besi baja dan produk berbahan karet.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur menunjukkan golongan mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya masih menjadi kontributor terbesar impor nonmigas Kaltim sepanjang Januari-Maret 2026. Kontribusinya mencapai 40,26 persen terhadap total impor nonmigas.
Meski masih mendominasi, nilai impor kelompok barang tersebut pada Maret 2026 mengalami penurunan cukup dalam. Nilainya turun dari USD37,72 juta pada Februari menjadi USD21,77 juta. Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai menyebut penurunan terdalam memang terjadi pada kelompok mesin dan peralatan mekanis. “Penurunan nilai terdalam terjadi pada golongan barang mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya USD15,95 juta atau 42,29 persen,” ungkapnya.
Baca Juga: Impor Migas Kaltim Naik Dua Kali Lipat dalam Sebulan, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Daerah?
Tak hanya kelompok mekanis, impor mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya juga ikut melemah. Nilainya turun 40,87 persen menjadi USD5,28 juta pada Maret 2026. Penurunan juga terjadi pada impor bahan kimia organik yang terkontraksi 57,89 persen menjadi USD1,20 juta. Selain itu, kendaraan dan bagiannya turun 26,56 persen menjadi USD2,82 juta.
Di tengah perlambatan sejumlah komoditas utama, impor barang dari besi dan baja justru melonjak sangat tinggi. Pada Maret 2026, nilainya naik dari USD1,22 juta menjadi USD12,55 juta. “Peningkatan nilai impor nonmigas terbesar terjadi pada golongan barang dari besi dan baja yang mengalami kenaikan sebesar US$11,33 juta atau 928,69 persen,” katanya.
Selain besi baja, kenaikan cukup besar juga tercatat pada komoditas karet dan barang dari karet. Nilai impornya meningkat lebih dari tiga kali lipat menjadi USD7,34 juta. Golongan kapal, perahu, dan struktur terapung juga mengalami kenaikan menjadi USD8,06 juta atau tumbuh 50,09 persen dibanding Februari 2026.
Secara keseluruhan, nilai impor 10 golongan barang utama nonmigas pada Maret 2026 mencapai USD66,51 juta. Nilai tersebut naik tipis 1,14 persen dibanding bulan sebelumnya. Namun jika dihitung total, impor nonmigas Kaltim justru masih mengalami kontraksi. Pada Maret 2026, total impor nonmigas tercatat senilai USD70,67 juta atau turun 17,06 persen dibanding Februari 2026. Selama Januari hingga Maret 2026, 10 golongan barang utama menyumbang 84,22 persen terhadap total impor nonmigas Kaltim. Sisanya berasal dari kelompok barang lain di luar 10 komoditas utama tersebut. (riz)
Editor : Muhammad Rizki