KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kalimantan Timur kembali mencatat surplus neraca perdagangan pada Maret 2026. Surplus ditopang kuat oleh kinerja sektor nonmigas, meski sektor migas masih mengalami defisit.
Neraca perdagangan Kaltim pada Maret 2026 tercatat surplus USD86,53 juta. “Neraca perdagangan sektor nonmigas tercatat surplus USD1,33 miliar, sebaliknya sektor migas tercatat defisit USD446,99 juta,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai.
Data BPS menunjukkan, total ekspor Kaltim pada Maret 2026 mencapai USD1,52 miliar, sedangkan total impor berada di angka USD631,68 juta. Surplus perdagangan terbesar masih berasal dari sektor nonmigas dengan nilai USD1,33 miliar. Sementara sektor migas mencatat defisit akibat nilai impor migas yang lebih tinggi dibanding ekspornya.
Baca Juga: Bansos Sempat Macet Pasca Putusan MK, Disdukcapil Kutim Jemput Bola Benahi Dokumen Warga Sidrap
Pada Maret 2026, Mas'ud menyebut ekspor migas Kaltim hanya USD114,02 juta. Angka itu jauh di bawah impor migas yang mencapai USD561,01 juta. Secara kumulatif selama Januari hingga Maret 2026, neraca perdagangan Kaltim juga masih berada di zona positif dengan surplus USD3,16 miliar.
Mas'ud menjelaskan, surplus kumulatif tersebut ditopang sektor nonmigas yang mencatat surplus USD4,11 miliar sepanjang triwulan pertama 2026. “Selama Januari-Maret 2026, sektor migas mengalami defisit USD948,65 juta.
Sebaliknya, sektor nonmigas mengalami surplus USD4,11 miliar,” bebernya. Adapun total ekspor Kaltim selama Januari-Maret 2026 tercatat USD4,78 miliar, sedangkan total impor mencapai USD1,62 miliar. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo