Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Mentan Amran: Produksi Surplus 1,5 Juta Ton, Indonesia Siap Penuhi Pangan Nasional dan Ekspor Pupuk

Adhiel kundhara • Jumat, 15 Mei 2026 | 16:32 WIB
LEPAS: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyambangi Bontang terkait ekspor Pupuk Urea ke Australia yang dilakukan oleh PT Pupuk Kaltim. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP
LEPAS: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyambangi Bontang terkait ekspor Pupuk Urea ke Australia yang dilakukan oleh PT Pupuk Kaltim. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP

BONTANG- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan Indonesia kini berada dalam posisi kuat menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus membuka peluang ekspor pupuk ke berbagai negara sahabat.

Hal itu disampaikan saat menghadiri inaugurasi ekspor perdana pupuk urea ke Australia di fasilitas PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), Bontang, Kamis (14/5/2026). Amran menyebut capaian sektor pupuk nasional saat ini menjadi bukti keberhasilan transformasi kebijakan pemerintah dalam menghadapi tantangan geopolitik global dan ancaman krisis pangan dunia.

“Di tengah geopolitik dunia yang memanas, Indonesia justru mampu menurunkan harga pupuk subsidi hingga 20 persen. Ini kabar baik bagi petani kita,” kata Amran.

Ia menjelaskan, Indonesia saat ini memiliki surplus produksi pupuk urea sekitar 1,5 juta ton per tahun. Angka tersebut membuka ruang besar untuk ekspor setelah kebutuhan petani dalam negeri terpenuhi.

“Kalau dalam negeri cukup, baru kita ekspor. Prioritas utama tetap petani Indonesia,” ucapnya.

Menurut Amran, stok pupuk nasional saat ini mencapai 5,3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka. Sebelumnya, stok nasional rata-rata hanya berkisar 2,6 juta ton.

Peningkatan stok ini, lanjut dia, merupakan hasil sinergi antara Kementerian Pertanian, Pupuk Indonesia, Pupuk Kaltim, dan seluruh pemangku kepentingan yang bergerak cepat memastikan distribusi pupuk berjalan optimal.

“Kebijakan pemerintah dijalankan cepat. Ketika kebutuhan petani mendesak, semua regulasi pendukung langsung diterbitkan. Ini bentuk keberpihakan nyata kepada sektor pertanian,” tutur dia.

Amran mengungkapkan, selain Australia, sejumlah negara telah menyampaikan minat untuk memperoleh suplai pupuk dari Indonesia. Di antaranya India, Filipina, Brasil, Bangladesh, dan Korea Selatan.

Permintaan tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan global terhadap kualitas pupuk produksi Indonesia. “Banyak negara datang meminta pasokan. Ini kebanggaan bagi bangsa kita,” terangnya.

Ia menilai keberhasilan ekspor pupuk tidak hanya berdampak ekonomi, tetapi juga memperkuat diplomasi Indonesia dalam menjaga stabilitas pangan regional. Bagi petani nasional, kondisi ini juga memberi kepastian bahwa distribusi pupuk tetap aman dengan harga terjangkau.

Amran menegaskan, pemerintah akan terus mendorong peningkatan produktivitas pupuk nasional agar Indonesia mampu menjadi pusat kekuatan industri pupuk kawasan Asia Pasifik.

“Kalau produksi terus meningkat, bukan hanya swasembada pupuk yang kita capai, tapi Indonesia bisa menjadi penyangga ketahanan pangan dunia,” tandasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
#ekspor pupuk ke australia #pkt bontang #mentan andi amran sulaiman