KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pertumbuhan pembiayaan syariah di Kalimantan Timur semakin merata hingga ke daerah. Pada triwulan IV 2025, sebagian besar kabupaten/kota di Kaltim mencatat peningkatan penyaluran pembiayaan syariah dibanding periode sebelumnya.
Mahakam Ulu menjadi daerah dengan pertumbuhan pembiayaan syariah tertinggi di Kaltim, yakni mencapai 368,47 persen secara year-on-year (yoy). Meski nominalnya masih relatif kecil, realisasi pembiayaan syariah di Mahakam Ulu tercatat Rp110 juta dan menjadi capaian tertinggi secara historis di wilayah tersebut.
Disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Jajang Hermawan, kondisi tersebut menunjukkan akses layanan keuangan syariah di daerah mulai semakin luas. Selain Mahakam Ulu, pertumbuhan pembiayaan syariah yang cukup tinggi juga terjadi di Penajam Paser Utara (PPU) 29,60 persen (yoy) dengan nominal pembiayaan Rp457,24 miliar.
Baca Juga: Dinkes Bontang Kebut Perizinan Labkesda, Mini Kompetisi Ditarget Juni 2026
"Kemudian Balikpapan tumbuh 26,25 persen (yoy) dengan realisasi pembiayaan syariah terbesar di Kaltim yakni Rp5,67 triliun. Paser tumbuh 26,22 persen (yoy) dengan nominal Rp242,76 miliar, sedangkan Samarinda tumbuh 16,16 persen (yoy) dengan pembiayaan mencapai Rp3,40 triliun," papar Jajang.
Pertumbuhan positif juga terjadi di Kutai Barat 9,99 persen (yoy) dengan nominal Rp569,76 miliar, Kutai Kartanegara 8,96 persen (yoy) senilai Rp1,33 triliun, Kutai Timur 3,71 persen (yoy) Rp4,58 triliun, dan Bontang 4,22 persen (yoy) dengan nominal Rp361,53 miliar.
Sementara itu, Berau menjadi satu-satunya daerah yang mengalami kontraksi pembiayaan syariah, yakni minus 0,59 persen (yoy) dengan realisasi Rp1,10 triliun.
Kinerja positif tersebut juga diiringi rasio non performing financing (NPF) yang tetap terjaga rendah di seluruh kabupaten/kota. Mahakam Ulu bahkan mencatat NPF terendah 0 persen.
“Hal ini menunjukkan bahwa stabilitas pembiayaan syariah di Kaltim masih terjaga, memberikan ruang bagi peningkatan intermediasi keuangan syariah ke depan,” ujar Jajang.
Dari sisi sebaran, pembiayaan syariah di Kaltim masih terkonsentrasi di Balikpapan dan Kutai Timur. Balikpapan memegang pangsa pembiayaan syariah terbesar 31,99 persen, disusul Kutai Timur 25,86 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan minat masyarakat terhadap pembiayaan syariah mulai tumbuh lebih merata di berbagai wilayah Kaltim, tidak hanya terpusat di Balikpapan dan Samarinda. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo