KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Di tengah tekanan likuiditas perbankan yang masih terjadi di Kalimantan Timur, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) syariah justru tetap mencatat pertumbuhan positif pada triwulan IV 2025. Kondisi tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah terus meningkat.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Jajang Hermawan mencatat DPK syariah Kaltim pada triwulan IV 2025 tumbuh 2,02 persen secara year-on-year (yoy), meski melambat dibanding triwulan sebelumnya. Perlambatan tersebut terutama dipicu penurunan kinerja deposito syariah yang mengalami kontraksi 6,52 persen (yoy) setelah sebelumnya tumbuh positif.
"Selain itu, komponen giro syariah juga mengalami perlambatan pertumbuhan dari 9,04 persen (yoy) menjadi 2,27 persen (yoy)," terang Jajang.
Meski demikian, tabungan masih menjadi komponen terbesar dalam struktur DPK syariah di Kaltim dengan pangsa mencapai 55,60 persen. Disusul deposito 31,32 persen dan giro 13,08 persen.
Sejalan dengan peningkatan pembiayaan syariah, pangsa DPK syariah terhadap total DPK perbankan di Kaltim juga terus menunjukkan tren peningkatan. Pada triwulan IV 2025, pangsa DPK syariah tercatat mencapai 8,71 persen.
Jajang mengatakan kondisi tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis syariah di Kaltim. “Hal ini mengindikasikan meningkatnya kepercayaan terhadap perbankan syariah serta potensi penguatan intermediasi syariah di Kaltim,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo