KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Berbeda dengan tren kedatangan yang masih relatif moderat, arus keberangkatan penumpang melalui Pelabuhan Semayang Balikpapan melonjak tajam pada Maret 2026.
Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama berujar, jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang berangkat mencapai 80.107 orang. Angka tersebut meningkat 187,91 persen dibandingkan Februari 2026 yang hanya sebanyak 27.824 orang.
"Sebaliknya, jumlah penumpang yang datang tercatat sebanyak 27.356 orang atau naik 9,34 persen dibandingkan bulan sebelumnya," ucapnya.
Secara total, jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri mencapai 107.463 orang pada Maret 2026. Jumlah ini meningkat 103,36 persen dibandingkan Februari 2026 meskipun masih turun 13,62 persen dibandingkan Maret tahun lalu.
Baca Juga: Penumpang Bandara SAMS Sepinggan Tembus 412 Ribu Orang, Efek Libur Panjang dan WFA
Marinda menilai lonjakan penumpang laut pada Maret 2026 menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.
Peningkatan terbesar terjadi pada penumpang yang berangkat. Hal ini mengindikasikan banyak masyarakat yang memilih moda transportasi laut untuk perjalanan antardaerah menjelang periode Lebaran.
Menurut Marinda, transportasi laut masih menjadi pilihan penting bagi masyarakat Kalimantan karena mampu menghubungkan berbagai wilayah dengan biaya yang relatif terjangkau.
"Dari sisi struktur perjalanan, penumpang berangkat mendominasi dengan kontribusi 74,54 persen terhadap total penumpang angkutan laut pada Maret 2026," lanjutnya. Sementara penumpang datang hanya menyumbang sekitar 25,46 persen.
Baca Juga: 380 Atlet Ramaikan Kejuaraan Pencak Silat Pelajar 2026 di Samarinda
Meski jumlah penumpang meningkat tajam, kondisi berbeda terlihat pada aktivitas logistik. Volume barang yang dimuat maupun dibongkar justru mengalami kontraksi, menunjukkan bahwa lonjakan aktivitas pelabuhan lebih banyak dipicu oleh mobilitas manusia dibandingkan pergerakan barang.
"Fenomena tersebut memperlihatkan karakteristik musiman transportasi laut di Balikpapan yang sangat dipengaruhi momentum hari besar keagamaan dan masa liburan panjang," tuturnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo