Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Investor Lokal Jadi Tumpuan saat Dibayangi Ketidakpastian, BEI Pastikan Saham Tak Ditinggalkan

Nasya Rahaya • Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:20 WIB
Ferdinan Sihombing, Kepala Wilayah Kantor Perwakilan BEI Kaltimtara
Ferdinan Sihombing, Kepala Wilayah Kantor Perwakilan BEI Kaltimtara

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) dan ketidakpastian ekonomi global masih membayangi pasar saham Indonesia. Kondisi tersebut tercermin dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih berada dalam tren melemah sejak awal tahun.

Kepala Wilayah Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimtara), Ferdinan Sihombing mengatakan tekanan terhadap pasar saham saat ini lebih banyak dipengaruhi sentimen eksternal, mulai dari penguatan dolar AS, kebijakan suku bunga Amerika Serikat hingga tensi geopolitik global.

“Memang akhir-akhir ini IHSG sedang mengalami penurunan karena berbagai katalis. Salah satunya pelemahan rupiah yang cukup dalam sehingga menimbulkan sentimen negatif terhadap pasar saham. Investor menjadi waswas,” ujarnya baru-baru ini.

Menurut Ferdinan, kondisi tersebut mendorong investor asing melakukan aksi jual bersih (net sell) dalam jumlah besar. Berdasarkan data yang dihimpun BEI, hingga akhir Mei 2026 investor asing telah mencatatkan aksi jual bersih sekitar Rp53 triliun sejak awal tahun.

Baca Juga: Saat IHSG Bergejolak, Emas dan Sukuk Negara Jadi Buruan Investor

Meski demikian, derasnya arus dana keluar dari investor asing belum membuat pasar modal Indonesia kehilangan daya tahan. Investor domestik justru menjadi penyeimbang dengan tetap aktif melakukan transaksi di pasar. “Investor dalam negeri juga cukup besar melakukan aksi beli sehingga mengimbangi kondisi tersebut,” katanya.

Ferdinan mengakui IHSG masih bergerak di zona negatif sejak awal tahun. Bahkan indeks sempat berada di kisaran 6.127 poin. Namun, kondisi itu dinilai sebagai bagian dari volatilitas yang lazim terjadi di pasar modal.

Namun, di tengah tekanan pasar, minat masyarakat untuk berinvestasi di saham ternyata belum surut. Data terbaru BEI menunjukkan jumlah investor pasar modal terus meningkat. Hingga 24 April 2026, jumlah investor pasar modal nasional telah mencapai 26,12 juta single investor identification (SID), tumbuh 28,37 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara jumlah investor saham mencapai 9,52 juta SID atau meningkat 10,69 persen. Data tersebut sekaligus membantah anggapan bahwa masyarakat mulai meninggalkan saham dan beralih sepenuhnya ke instrumen lain seperti emas.

Baca Juga: IHSG Bergejolak dan Rupiah Tertekan, Investor Disarankan Berburu Saham Dividen

“Kalau dari data kami justru jumlah investor masih mengalami kenaikan. Jadi tidak ditinggalkan. Memang wajar kalau di pasar ada volatilitas, ada naik turunnya. Investor melihat apakah fundamental pasar modal Indonesia masih menarik atau tidak,” jelas Ferdinan.

Ia menambahkan, aktivitas perdagangan saham juga masih sangat tinggi. Rata-rata nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia sepanjang tahun ini mencapai sekitar Rp24 triliun per hari perdagangan. Menurutnya, tingginya transaksi dan bertambahnya jumlah investor menunjukkan pasar modal Indonesia masih memiliki prospek jangka panjang yang menjanjikan.

Untuk menjaga kepercayaan investor, BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus melakukan berbagai reformasi guna memperkuat transparansi, kredibilitas, dan integritas pasar modal. “Tujuannya agar investor lokal maupun investor asing tetap percaya bahwa pasar modal Indonesia memiliki fundamental dan prospek yang baik ke depan,” tuturnya.

Ferdinan menilai keberadaan investor domestik menjadi semakin penting ketika pasar global bergejolak. Karena itu, BEI terus mendorong peningkatan jumlah investor lokal, khususnya generasi muda, melalui berbagai program edukasi pasar modal.

“Ini salah satu alasan kenapa kami terus melakukan edukasi kepada anak-anak muda agar investor lokal terus bertumbuh. Ketika ada tekanan global dan dana asing keluar, investor domestik tetap bisa menjadi penopang pasar,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#investor saham Indonesia #Ferdinan Sihombing #jumlah investor saham #pasar modal indonesia #rupiah melemah