KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Aktivitas pembiayaan kepada pelaku usaha di Kalimantan Timur masih menunjukkan tren positif pada akhir 2025. Meski penghimpunan dana korporasi mengalami tekanan, penyaluran kredit tetap tumbuh dengan risiko kredit yang terjaga rendah.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim, Jajang Hermawan, mengatakan pertumbuhan kredit korporasi mencerminkan masih berlangsungnya aktivitas usaha di sejumlah sektor utama perekonomian daerah.
Pada triwulan IV 2025, kredit korporasi tumbuh 2,68 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya dan sejalan dengan peningkatan kredit secara agregat di Kaltim.
“Pertumbuhan kredit korporasi menunjukkan dunia usaha masih memiliki kebutuhan pembiayaan untuk mendukung kegiatan operasional maupun ekspansi bisnisnya,” ujar Jajang.
Baca Juga: Pesta Juara Berujung Ricuh, Polisi Prancis Amankan Ratusan Fans PSG
Dari sisi kualitas pembiayaan, kondisi juga terbilang sehat. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) korporasi tercatat hanya 0,86 persen. Capaian tersebut menunjukkan kemampuan korporasi dalam memenuhi kewajiban kreditnya masih cukup baik.
“Risiko kredit tetap terkendali. Ini menjadi indikator bahwa stabilitas sektor korporasi masih terjaga,” katanya. Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) korporasi masih mengalami kontraksi pada triwulan IV 2025.
Penurunan terjadi lebih dalam dibandingkan triwulan sebelumnya, terutama dipengaruhi oleh berkurangnya dana yang tersimpan dalam bentuk giro dan deposito.
Baca Juga: Kejutan Jelang Piala Dunia 2026, Mauricio Pochettino Tunjuk Tim Ream Jadi Kapten Tertua Timnas AS
Berdasarkan komposisinya, giro masih mendominasi DPK korporasi dengan pangsa 64,30 persen. Adapun deposito menyumbang 24,85 persen dan tabungan 10,85 persen.
Jajang menilai, meskipun penghimpunan dana mengalami penurunan, pertumbuhan kredit yang tetap positif dan rasio kredit bermasalah yang rendah menjadi sinyal bahwa kondisi keuangan korporasi di Kaltim masih cukup kuat hingga penghujung 2025. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo